RADAR SIDOARJO - Polemik temuan ulat dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Pucang 1 Sidoarjo beberapa waktu lalu langsung mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo. Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sekolah tersebut, Selasa (12/5).
Dalam sidak itu, Mimik memastikan makanan yang disajikan kepada siswa aman dikonsumsi dan telah sesuai standar gizi. Ia juga membuka ruang evaluasi langsung dari siswa melalui cara unik, yakni dengan menulis “surat cinta” berisi keluhan maupun usulan terkait menu MBG.
Baca Juga: Jelang May Day, PMII Sidoarjo Dukung Program Pemerintah tapi Tetap Soroti Pengawasan MBG
“Alhamdulillah hari ini saya sidak di SDN Pucang 1. Menu MBG sesuai standar gizi. Hari ini ada nasi kebuli dan daging,” ujar Mimik.
Menurutnya, antusiasme siswa terhadap program MBG cukup tinggi. Banyak siswa mengaku menyukai menu yang disediakan setiap hari.
Baca Juga: Dapur SPPG Bermasalah, Program MBG di SMAN 2 Sidoarjo Tertunda
“Anak-anak cukup suka. Tadi juga saya sampaikan, kalau memang menu MBG itu tidak cocok atau bagaimana, harus bikin surat cinta. Jadi anak-anak bisa menyampaikan pendapatnya,” katanya.
Sementara itu, Kepala SDN Pucang 1, Sri Hariayni, menjelaskan terkait video viral yang memperlihatkan adanya ulat pada menu MBG di sekolahnya. Ia menegaskan, temuan tersebut hanya terdapat pada satu ompreng dari sekitar 580 porsi makanan yang diterima sekolah.
Baca Juga: Pastikan Aman Dikonsumsi, Wabup Mimik Sidak MBG di SMPN 2 Sidoarjo
“Memang ada satu ompreng ditemukan ulat sayur, namun kondisinya sudah mati dan bukan belatung seperti yang diberitakan,” jelas Sri Hariayni.
Pihak sekolah, lanjutnya, langsung menyampaikan pengaduan kepada penyedia MBG agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses penyajian makanan.
Baca Juga: Cegah Keracunan Program MBG, Dinkes Sidoarjo Perketat Pengawasan
“Setelah itu kami langsung membuat surat pengaduan kepada pihak penyedia MBG agar dilakukan evaluasi,” imbuhnya.
Sri juga menyayangkan video tersebut telanjur viral di media sosial tanpa adanya komunikasi terlebih dahulu dengan pihak sekolah.
“Kami berharap semua pihak bisa tabayun dan mengedepankan komunikasi yang baik. Jangan sampai informasi yang belum jelas justru menimbulkan keresahan dan mencoreng nama baik sekolah,” tegasnya.
Menurut Sri, program MBG sejauh ini memberikan dampak positif bagi siswa, bukan hanya dari sisi pemenuhan gizi, tetapi juga pembentukan karakter dan kedisiplinan anak.
“Anak-anak jadi belajar tentang makanan sehat, cuci tangan sebelum makan, berdoa, hingga membersihkan ompreng setelah makan. Ini bagian dari pendidikan karakter juga,” ujarnya.
Di sisi lain, Pengelola SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Bluru Kidul, Walhi, menjelaskan bahwa menu MBG disusun langsung oleh ahli gizi dan terus diawasi selama proses produksi hingga distribusi.
“Kalau dari BGN, susunya seminggu dua kali, daging sapi sebulan dua kali. Untuk menu ditentukan oleh ahli gizi,” katanya.
Ia memastikan proses pengawasan dilakukan secara ketat agar kualitas makanan tetap terjaga.
“Pengawasan distribusi dan makanannya juga dilakukan supaya tidak ada yang lolos,” ujarnya.
Distribusi makanan dilakukan bertahap mulai pagi hari. Porsi kecil dikirim sekitar pukul 07.00, sedangkan porsi besar menyusul hingga sekitar pukul 09.00.
Program MBG yang berjalan sejak 9 Februari 2026 itu awalnya melayani sekitar 1.000 penerima manfaat. Kini cakupannya terus bertambah hingga melayani empat sekolah dasar, SLB, serta Pondok Al-Qur’an di kawasan Bluru Kidul.
“Sekarang total yang dilayani sekitar 2.074 penerima, termasuk siswa, guru, satpam, dan tukang kebun,” terangnya.
Dengan adanya sidak tersebut, Pemkab Sidoarjo memastikan program MBG di SDN Pucang 1 tetap berjalan baik serta makanan yang diberikan kepada siswa aman dan layak dikonsumsi. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista