Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jelang May Day, PMII Sidoarjo Dukung Program Pemerintah tapi Tetap Soroti Pengawasan MBG

D
Penulis: Diky Putra Sansiri❯
KRITIS: Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sidoarjo berdiskusi tentang sejumlah program pemerintah. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
KRITIS: Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sidoarjo berdiskusi tentang sejumlah program pemerintah. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

Advertisement

RADAR SIDOARJO - Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2026, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sidoarjo menegaskan sikapnya. Organisasi mahasiswa tersebut menyatakan dukungan terhadap program nasional pemerintah, namun tetap kritis terhadap implementasinya di lapangan.

Ketua Umum PC PMII Sidoarjo, Muchammad Alfien Ananta, menilai sejumlah program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) memiliki tujuan yang baik. Meski demikian, ia menekankan pentingnya pengawasan ketat agar pelaksanaan program berjalan tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan baru.

Advertisement

“Program MBG dan KDKMP ini pada dasarnya baik. Namun yang menjadi perhatian kami adalah realisasinya di lapangan. Harus ada pengawasan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Alfien saat kegiatan Cangkruk PMII Sidoarjo, Rabu (29/4) malam.

Alfien juga menyoroti dugaan ketidaksesuaian anggaran dalam program MBG. Ia menyebut, harga yang ditetapkan sebesar Rp 15 ribu per porsi tidak sepenuhnya terealisasi di lapangan.

Advertisement

“Seharusnya Rp 15.000 per porsi, tetapi kenyataannya hanya berkisar Rp 9.000 hingga Rp 10.000. Selisih sekitar Rp 5.000 ini tidak jelas peruntukannya dan diduga masuk ke kantong oknum tertentu,” tegasnya.

Selain itu, PMII Sidoarjo menemukan indikasi penurunan kualitas makanan dalam program tersebut. Temuan ini dinilai menjadi catatan serius bagi pihak penyelenggara.

“Kami juga menemukan makanan yang tidak layak, bahkan terdapat belatung. Ini harus menjadi perhatian serius bagi SPPG maupun Badan Gizi Nasional agar kualitas tetap terjaga,” imbuhnya.

Tak hanya MBG, PMII Sidoarjo juga mengkritisi program KDKMP yang dinilai belum menunjukkan arah dan hasil yang jelas. Alfien menyarankan agar pemerintah lebih fokus mengoptimalkan potensi yang sudah ada, seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Daripada membangun program baru yang belum jelas realisasinya, lebih baik memaksimalkan BUMDes yang sudah ada. Itu lebih konkret dan dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat,” katanya.

Dalam momentum May Day, PMII Sidoarjo turut menyoroti isu ketenagakerjaan di tingkat lokal. Mereka mendorong adanya regulasi daerah yang mengatur proporsi tenaga kerja lokal di sektor industri.

Advertisement
Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo

Artikel Terkait

Hari Pertama Menjabat, Kapolresta Sidoarjo Turun Atur Lalu Lintas

Hari Pertama Menjabat, Kapolresta Sidoarjo Turun Atur Lalu Lintas

Mengawali hari pertama bertugas, Kapolresta Sidoarjo AKBP Bobby Adimas Condroputra turun langsung ke jalan untuk melayani masyarakat melalui program Pagi Melayani, Senin (19/10). Ia ikut mengatur arus lalu lintas

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

BPJS Kesehatan mendorong transformasi layanan jantung pada Program JKN melalui pendekatan Value-Based Health Care.

BHS Tegaskan MBG Harus Dilanjutkan, Jadi Penguat Kebersamaan dan Persatuan

BHS Tegaskan MBG Harus Dilanjutkan, Jadi Penguat Kebersamaan dan Persatuan

Karena itu, Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VII DPR RI, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono, M.I.Pol (BHS), menegaskan program MBG perlu terus dilanjutkan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer