Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BPJS Kesehatan Sidoarjo Tekankan Prinsip Gotong Royong Demi Keberlangsungan Program JKN

V
Penulis: Vega Dwi Arista❯
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo, Munaqib
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo, Munaqib

Advertisement

RADAR SIDOARJO – Prinsip gotong royong dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dinilai menjadi hal penting yang perlu dipahami seluruh peserta. Melalui prinsip tersebut, masyarakat diajak menyadari pentingnya saling membantu demi keberlangsungan program jaminan kesehatan nasional.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo, Munaqib, mengatakan semangat gotong royong harus menjadi pondasi bersama dalam menyukseskan Program JKN.

Advertisement

“Kita ilustrasikan pada pasien yang harus menjalani operasi caesar dengan biaya sekitar Rp8 juta. Beban biaya itu akan terasa ringan karena ditopang iuran dari peserta lain yang sehat dan rutin membayar iuran setiap bulan,” ujarnya saat sosialisasi bersama Persatuan Dharma Wanita Persatuan (DPW) Inspektorat Jawa Timur di Sidoarjo, Jumat (8/5).

Selain menjelaskan prinsip gotong royong, Munaqib juga menyampaikan informasi terkait kepesertaan anak peserta Pekerja Penerima Upah Penyelenggara Negara (PPU PN) yang telah berusia di atas 21 tahun namun masih menempuh pendidikan kuliah.

Advertisement

Menurutnya, status kepesertaan anak masih bisa diaktifkan hingga usia maksimal 25 tahun dengan melampirkan surat keterangan aktif kuliah dari kampus.

“Bagi peserta yang memiliki anak usia di atas 21 tahun dan masih kuliah, status kepesertaannya bisa diaktifkan kembali sampai usia maksimal 25 tahun. Syaratnya melaporkan ke BPJS Kesehatan setiap tahun dengan melampirkan surat keterangan masih kuliah serta sudah masuk dalam tunjangan orang tua,” jelasnya.

Sementara itu, untuk anak yang telah berusia lebih dari 25 tahun, kepesertaannya dapat dialihkan menjadi peserta mandiri.

Munaqib menambahkan, berbagai layanan administrasi kepesertaan kini dapat diakses lebih mudah melalui Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) di nomor 08118165165. Selain itu, peserta juga dapat menghubungi bagian terkait di unit kerja masing-masing yang menangani kepesertaan BPJS Kesehatan.

“Kami selalu mengimbau peserta PPU yang memiliki anak di atas 21 tahun dan masih kuliah agar segera melapor supaya status kepesertaannya tetap aktif. Dengan begitu, ketika membutuhkan pelayanan kesehatan, tetap bisa dijamin BPJS Kesehatan sesuai indikasi medis,” tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua DPW Inspektorat Jawa Timur, Iis Hendro Gunawan, mengaku terbantu dengan adanya sosialisasi tersebut karena informasi disampaikan langsung oleh BPJS Kesehatan.

Advertisement
Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo

Artikel Terkait

Pemkab Sidoarjo Segera Umumkan 4 Ribu Penerima Beasiswa 2026, Begini Cara Ceknya 

Pemkab Sidoarjo Segera Umumkan 4 Ribu Penerima Beasiswa 2026, Begini Cara Ceknya 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo segera mengumumkan nama-nama penerima Beasiswa Pemkab Sidoarjo Tahun 2026 melalui laman resmi beasiswa.sidoarjokab.go.id.

 Pemkab Sidoarjo Anggarkan Rp 62 Miliar untuk 73 Rehab Sekolah Rusak

Pemkab Sidoarjo Anggarkan Rp 62 Miliar untuk 73 Rehab Sekolah Rusak

Puluhan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Kabupaten Sidoarjo mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Pada 2026, sebanyak 73 sekolah akan direhabilitasi dengan total anggaran mencapai Rp 62 miliar

Hiburan Malam di Exit Tol HK Jabon Sidoarjo Semakin Marak, Ini Solusi dari Pemkab

Hiburan Malam di Exit Tol HK Jabon Sidoarjo Semakin Marak, Ini Solusi dari Pemkab

Pemerintah Kecamatan Jabon bersama unsur Forkopimka dan sejumlah instansi terkait menggelar rapat koordinasi membahas keberadaan tempat hiburan malam di kawasan Exit Tol HK, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer