RADAR SIDOARJO - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menyerukan pentingnya adaptasi cepat pendidikan vokasi, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bidang perkapalan, di tengah laju pesat Revolusi Industri 4.0.
Pernyataan ini disampaikan oleh Dosen Laboratorium Desain Kapal, Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknologi Kelautan ITS. Menyoroti posisi strategis Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang menuntut pertumbuhan masif industri perkapalan nasional, didorong oleh sektor transportasi laut, eksplorasi kelautan, hingga pertahanan.
Atas dasar urgensi tersebut, Lab Desain Kapal Teknik Perkapalan ITS menggelar pengabdian masyarakat berupa Pelatihan Desain Kapal Berbasis Artificial Intelligence (AI). Langkah ini diyakini strategis untuk memastikan lulusan SMK tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu bersaing di era digital pada Senin, (8/12), melibatkan perwakilan siswa terbaik dari dua institusi vokasi unggulan, yakni SMK Negeri 2 Surabaya dan SMK Negeri 6 Surabaya.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Surabaya, Dr. Danu Lukmantoro, S. Kom., M. M. Selain itu juga menghadirkan Ir. Ardi Nugroho Yulianto, S.T., M.T., Ph.D., selaku Kepala Lab Desain Kapal ITS untuk memaparkan materi.
Keberhasilan kegiatan ini didukung penuh oleh sinergi solid tim Dosen Laboratorium Desain Kapal ITS. Dipimpin oleh Dr. Ir. Hasanudin, S.T., M.T. sebagai Ketua Pelaksana sekaligus pemateri, dan Ir. Ardi Nugroho Yulianto, S.T., M.T., Ph.D. selaku Kepala Laboratorium, tim ini diperkuat oleh Ir. Wasis Dwi Aryawan, M.Sc., Ph.D., Ir. Hesty Anita Kurniawati, M.Sc., Ir. Ahmad Nasirudin, S.T., M.Eng., Ir. Erzad Iskandar Putra, S.T., M.T., dan Ir. Danu Utama, S.T., M.T. Aspek logistik kegiatan juga berjalan lancar berkat dedikasi Danang Waspandria selaku Ketua Panitia dari Mahasiswa. Kontribusi tim ahli ini menjamin transfer ilmu mutakhir yang relevan dengan standar industri perkapalan modern.
Dr. Hasanudin melihat antusiasme besar dari para siswa, menandakan kesiapan generasi muda untuk menyambut perubahan teknologi. “SMK Negeri 2 Surabaya, merupakan salah satu SMK unggulan di Jawa Timur, memiliki peran vital dalam mencetak tenaga ahli perkapalan. Bagi kami, itu berarti mengintegrasikan AI ke dalam kurikulum desain kapal," tegasnya.
Lebih lanjut, Dr. Hasanudin memaparkan bahwa industri kini tidak hanya mencari keterampilan manual, tetapi juga penguasaan digital tools dan AI untuk meningkatkan efisiensi desain dan produksi.
“Pelatihan desain kapal berbasis AI ini adalah solusi konkret agar lulusan mereka menguasai Software Desain mutakhir untuk pemodelan kapal 2D dan 3D, menjadikan mereka tenaga kerja yang sangat dibutuhkan di masa depan,”pungkasnya. (rir/vga)
Editor : Vega Dwi Arista