Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengamat Soroti SPMB SMPN di Sidoarjo Rawan Titipan

D
Penulis: Diky Putra Sansiri❯
KETAT: SMPN 1 Waru menjadi salah satu sekolah favorit. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
KETAT: SMPN 1 Waru menjadi salah satu sekolah favorit. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

Advertisement

RADAR SIDOARJO - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 jenjang SMP Negeri di Kabupaten Sidoarjo kembali menjadi sorotan.

Penetapan pagu peserta didik dan jumlah rombongan belajar (rombel) dinilai menjadi titik krusial yang berpotensi membuka celah praktik titipan maupun intervensi pihak luar jika tidak dilakukan secara transparan sejak awal.

Advertisement

Kekhawatiran tersebut mengemuka setelah hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan menunjukkan indeks tata kelola pendidikan Kabupaten Sidoarjo berada di angka 60,62 atau masih di bawah rata-rata nasional.

Temuan itu dinilai menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk segera melakukan pembenahan, khususnya dalam tata kelola penerimaan siswa baru.

Advertisement

Pengamat Pendidikan Sidoarjo, Badruzzaman, menegaskan bahwa terbitnya Surat Edaran (SE) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pencegahan Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi dalam Penyelenggaraan SPMB harus dimanfaatkan sebagai momentum memperbaiki sistem yang selama ini dinilai masih menyisakan berbagai celah penyimpangan.

“Hasil survei ini harus menjadi tamparan keras sekaligus alarm bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo. Angka 60,62 dan posisi di bawah rata-rata nasional merupakan sinyal kuat bahwa masih ada persoalan dalam tata kelola pendidikan kita,” tegas Badruzzaman.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak cukup disikapi dengan langkah-langkah rutin seperti tahun-tahun sebelumnya. Dibutuhkan upaya perbaikan yang lebih serius, menyeluruh, dan berkelanjutan.

“Ini tidak bisa lagi direspons dengan rutinitas biasa. Perlu ada perbaikan yang serius dan berkelanjutan agar kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan semakin meningkat,” ujarnya.

Badruzzaman secara khusus menyoroti pelaksanaan SPMB tingkat SMP Negeri yang hampir setiap tahun memunculkan polemik, terutama terkait penetapan kuota peserta didik dan jumlah rombel.

“Masalah krusial yang hampir selalu muncul adalah penetapan pagu peserta didik dan jumlah rombongan belajar. Di sinilah transparansi diuji. Jika penentuan pagu dan rombel tidak dijelaskan secara terbuka sejak awal, maka ruang untuk praktik titip-menitip maupun intervensi pihak luar akan semakin terbuka,” katanya.

Advertisement
Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo

Artikel Terkait

Antartika Fair Jadi Ajang Unjuk Prestasi, Sekolah Swasta Sidoarjo Buktikan Mutu Tak Kalah dengan Negeri

Antartika Fair Jadi Ajang Unjuk Prestasi, Sekolah Swasta Sidoarjo Buktikan Mutu Tak Kalah dengan Negeri

Gemerlap Antartika Fair 2026 di area parkir Suncity Mall Sidoarjo, Sabtu (23/5), bukan sekadar hiburan tahunan.

Sidoarjo Dapat Dukungan 21 Revitalisasi Sekolah dan 50 Kuota Kerja ke Jepang

Sidoarjo Dapat Dukungan 21 Revitalisasi Sekolah dan 50 Kuota Kerja ke Jepang

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mendapat dukungan program penguatan sumber daya manusia (SDM) yang cukup besar.

 Pemkab Sidoarjo Anggarkan Rp 62 Miliar untuk 73 Rehab Sekolah Rusak

Pemkab Sidoarjo Anggarkan Rp 62 Miliar untuk 73 Rehab Sekolah Rusak

Puluhan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Kabupaten Sidoarjo mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Pada 2026, sebanyak 73 sekolah akan direhabilitasi dengan total anggaran mencapai Rp 62 miliar

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer