
RADAR SIDOARJO - Menjelang tahun ajaran 2026/2027, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) memastikan kesiapan infrastruktur pendidikan bagi lulusan SD dan MI di wilayahnya.
Tahun ini, Pemkab Sidoarjo mencatat peningkatan daya tampung sekolah negeri untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo Tirto Adi, mengatakan fokus utama pemerintah tahun ini adalah optimalisasi rombongan belajar (rombel) agar mampu menampung lebih banyak siswa pada jenjang SMP.
“Kami berkomitmen memberikan layanan pendidikan terbaik. Untuk tahun ajaran 2026/2027, persentase daya tampung SMP negeri berhasil kami tingkatkan menjadi 40,5 persen atau mampu menampung 14.472 siswa,” ujar Tirto Adi kepada Radar Sidoarjo, Selasa (5/5).
Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 38,5 persen.
Berdasarkan data Dispendikbud, total daya tampung gabungan antara SMP negeri, SMP swasta, dan MTs di Sidoarjo pada tahun ajaran 2026/2027 diproyeksikan mencapai 32.070 siswa. Jumlah itu setara dengan sekitar 96,4 persen dari total lulusan sekolah dasar di Kabupaten Sidoarjo.
“Proyeksi kami, hampir seluruh lulusan, yakni 96,4 persen, bisa tertampung di sekolah formal di dalam kabupaten,” jelasnya.
Sementara itu, bagi siswa yang belum tertampung di sekolah formal, alternatif yang dapat ditempuh adalah melanjutkan pendidikan di pondok pesantren atau sekolah di luar Kabupaten Sidoarjo.
Terkait mekanisme seleksi, Tirto menegaskan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 tetap mengedepankan asas keadilan dan transparansi sesuai ketentuan Permendikdasmen.
Untuk jenjang SMP, komposisi jalur penerimaan tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Jalur domisili tetap menjadi jalur terbesar dengan alokasi 45 persen.



