Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Napi Kasus Pembunuhan Menikah di Lapas Porong Sidoarjo

S
Penulis: Suryanto❯
BAHAGIA: Warga binaan (kanan) saat melangsungkan akad nikah di Lapas Kelas I Surabaya. 
BAHAGIA: Warga binaan (kanan) saat melangsungkan akad nikah di Lapas Kelas I Surabaya. 

Advertisement

RADAR SIDOARJO - Lapas Kelas I Surabaya kembali memfasilitasi pemenuhan hak warga binaan melalui prosesi pernikahan seorang narapidana berinisial MAW dengan perempuan berinisial RWI.

Akad nikah berlangsung di Masjid Nurul Fu'ad Lapas Kelas I Surabaya, Porong, Rabu (3/6), bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Porong dan dihadiri keluarga kedua mempelai serta petugas lapas.

Advertisement

Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman, mengatakan bahwa pemberian fasilitas pernikahan merupakan bagian dari komitmen pemasyarakatan dalam menjamin hak-hak warga binaan sesuai ketentuan perundang-undangan.

"Lapas tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga memastikan hak-hak warga binaan tetap terpenuhi. Pernikahan ini merupakan salah satu bentuk pelayanan yang kami berikan kepada warga binaan," ujarnya.

Advertisement

Menurut Sohibur, pemenuhan hak tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan yang menegaskan bahwa warga binaan berhak memperoleh perlakuan manusiawi dan pelayanan sosial.

"Kami ingin memastikan proses pembinaan berjalan secara menyeluruh, termasuk memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk membangun dan mempertahankan hubungan keluarga yang sah," katanya.

MAW diketahui merupakan narapidana kasus pembunuhan yang dijatuhi hukuman penjara selama 20 tahun.

Meski sedang menjalani masa pidana, hak-hak dasar yang diatur dalam peraturan perundang-undangan tetap diberikan, termasuk hak untuk melangsungkan pernikahan secara sah.

Prosesi akad nikah berlangsung khidmat dan penuh haru. Di hadapan penghulu, saksi, serta keluarga yang hadir, MAW mengucapkan ijab kabul dengan lancar. Suasana emosional tampak menyelimuti jalannya acara yang menjadi momen penting bagi kedua mempelai.

Keluarga kedua belah pihak turut menyaksikan prosesi tersebut. Kehadiran mereka menjadi dukungan moral bagi pasangan yang memulai lembaran baru kehidupan di tengah keterbatasan yang ada.

Advertisement
Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo

Artikel Terkait

22 Calon Pengantin di Sidoarjo Terdeteksi Positif HIV

22 Calon Pengantin di Sidoarjo Terdeteksi Positif HIV

Sebanyak 22 calon pengantin (catin) di Kabupaten Sidoarjo terdeteksi positif HIV hingga awal Juni 2026.

Polresta Sidoarjo Ungkap Dugaan Perdagangan Orang, Empat Anak Perempuan Diamankan

Polresta Sidoarjo Ungkap Dugaan Perdagangan Orang, Empat Anak Perempuan Diamankan

Personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sidoarjo mengungkap dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang melibatkan empat perempuan di bawah umur.

Curanmor di Sepanjang Gagal, Pelaku Perempuan Dibekuk Warga Sidoarjo

Curanmor di Sepanjang Gagal, Pelaku Perempuan Dibekuk Warga Sidoarjo

Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Jalan Trunojoyo, Kelurahan Sepanjang, Kecamatan Taman, Sidoarjo, berakhir dengan penangkapan seorang perempuan oleh warga, Selasa (6/10) malam.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer