Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

100 Petani Diajak Nobar Film “Seribu Bayang Purnama” di Sidoarjo

Diky Putra Sansiri • Rabu, 9 Juli 2025 | 01:44 WIB

 

GUYUB: 100 petani bersama PPJI Surabaya dan IPIP berkumpul di Sidoarjo sebelum nobar. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
GUYUB: 100 petani bersama PPJI Surabaya dan IPIP berkumpul di Sidoarjo sebelum nobar. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO – Sebagai bentuk apresiasi terhadap peran penting petani dalam mendukung swasembada pangan nasional, Perkumpulan Penyelenggara Jasa Boga Indonesia (PPJI) Surabaya bersama Ikatan Perempuan Indonesia Peduli (IPIP) menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film Seribu Bayang Purnama untuk 100 petani di Sidoarjo, Selasa (8/7).

Acara berlangsung di Bioskop XXI Transmart Sidoarjo pada pukul 12.00 WIB. Sebelumnya, seluruh peserta berkumpul terlebih dahulu di kantor BUMDes dan Sentra UMKM Desa Pagerwojo, Kecamatan Buduran.

Tak hanya menjadi hiburan, film ini juga dijadikan sarana edukasi dan motivasi bagi petani muda untuk lebih terbuka terhadap modernisasi pertanian dan teknologi digital.

Ketua DPC PPJI Kota Surabaya sekaligus Ketua IPIP, Asrilia Kurniati, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penghargaan sekaligus upaya mendorong transformasi pertanian ke arah yang lebih modern.

"Kami ingin petani, khususnya generasi muda, melek digital. Mereka harus tahu bahwa bertani itu bukan hanya pekerjaan mulia, tapi juga punya masa depan cerah," ujar Asrilia.

Ia juga menegaskan dukungan penuh PPJI terhadap program-program pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (PMBG) yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Saat ini kami sedang membentuk yayasan untuk menaungi seluruh vendor PPJI yang terlibat dalam program PMBG. Harapannya, pelaksanaan program ini berjalan optimal dan benar-benar bermanfaat bagi generasi muda,” jelasnya.

Dalam mendukung ketahanan pangan, PPJI juga menerapkan sistem pembelian langsung dari petani, tanpa perantara. Langkah ini dinilai efektif meningkatkan kesejahteraan petani.

“Kami beli langsung dari petani, bukan lewat tengkulak. Harga lebih murah bagi kami, dan petani mendapat keuntungan lebih besar. Ini cara kami dukung swasembada pangan,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, PPJI dan IPIP berharap semakin banyak anak muda, termasuk anak petani, yang terinspirasi untuk melanjutkan serta memodernisasi sektor pertanian.

“Petani itu pahlawan pangan. Kami ingin mereka bangga dengan profesinya dan siap berkontribusi dalam pembangunan bangsa,” tambah Asrilia.

Salah satu petani peserta nobar, Suparno, menyambut baik langkah ini. Ia mengaku, sistem penjualan langsung ke PPJI sangat menguntungkan dibanding harus melalui tengkulak.

“Kalau bisa langsung ke pembeli seperti PPJI, kami jelas diuntungkan. Selama ini harga jual nggak menentu, ditambah pupuk mahal dan langka,” keluhnya.

Ia pun berharap pemerintah lebih serius mengatasi persoalan klasik di dunia pertanian, terutama soal pupuk. “Pupuk itu masalah besar. Waktu mau tanam, harganya mahal dan susah dicari,” imbuhnya.

Sebagai bentuk apresiasi, para petani peserta nobar mendapat fasilitas transportasi pulang-pergi, goodie bag, dan tiket menonton film. Menariknya, sebagian hasil penjualan tiket Seribu Bayang Purnama disumbangkan untuk membantu petani kurang mampu.

Film Seribu Bayang Purnama dibintangi Nugie dan Marthino Lio, mengangkat kisah nyata petani muda Indonesia, Putro Purnomo. Ia pulang kampung dan bertekad membangun pertanian alami yang ramah lingkungan di desanya. Meski menghadapi tantangan sosial dan penolakan, Putro terus berjuang demi masa depan pertanian Indonesia. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#bioskop #Petani #Nobar #Film #purnama