RADAR SIDOARJO – Universal Health Covarage (UHC) yang sudah diraih oleh Kabupaten Sidoarjo akan terus dijaga dan diperahankan bersama demi melindungi kesehatan seluruh masyarakat.
Kepala BPJS Kesehatan Sidoarjo, Munaqib menjelaskan bahwa kebijakan UHC Prioritas yang mana kepesertannya bisa langsung aktif adalah standar minimalnya yaitu 98 persen dan standar minimal tingkat keaktifan pesertanya adalah 80 persen.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Sidoarjo Tekankan Prinsip Gotong Royong Demi Keberlangsungan Program JKN
“Saat ini, cakupan UHC untu Kabupaten Sidoarjo berada diangka 2 juta jiwa atau sekitar 99.77 persen. Sedangkan untuk tingkat keaktifan pesertanya adalah 1.7 juta jiwa atau sekitar 81.93 persen. Angka tersebut tentunya sudah masuk dalam kriteria UHC Prioritas. Dengan angka tersebut, kita tentunya harus bisa bersinergi dan berkolaborasi agar cakupan UHC serta tingkat keaktifan pesertanya berada di angka 100 persen,” ujarnya saat kegiatan Forum Komunikasi di Ruang Rapat Delta Wicaksana Pemerindah Daerah Kabupaten Sidoarjo Pada Selasa (12/05).
Baca Juga: BPJS Kesehatan Sidoarjo Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Kolektabilitas Iuran JKN
Munaqib mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sidoarjo atas komitmen, sinergi dan kolaborasinya yang terjalin sampai dengan saat ini sehingga Kabupaten Sidoarjo bisa mempertahan predikat UHC Prioritas.
Ia juga menjabarkan terkait dengan upaya dalam peningkatan keaktifan peserta di Sidoarjo salah satunya adalah Program Sinergi Rekrutmen Reaktivasi Perserta JKN Melalui Pemerintah Daerah dengan Pihak Ketiga (SRIKANDI).
Baca Juga: BPJS Kesehatan Sidoarjo Perluas Program Donasi JKN, Bantu Peserta Menunggak Kembali Aktif
“Program Srikandi ini bisa menjadi upaya kita dalam meningkatkan keaktifan peserta di Wilayah Kabupaten Sidoarjo. Program ini juga bisa dikolaborasikan dengan Program Donasi yang saat ini sedang kami canangkan. Program Donasi ini bisa dilakukan oleh perorangan, badan usaha maupun badan hukum lainnya yang memiliki tujuan untuk membantu peserta JKN dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) yang memiliki tunggakan iuran,” ucapnya.
Selain Srikandi dan Donasi JKN, ada juga Program Petakan, Sisir Advokasi dan Registasi (PESIAR).
Baca Juga: BPJS Kesehatan Sidoarjo Ajak Masyarakat Manfaatkan Aplikasi Mobile JKN
Program ini menyisir peserta yang belum terdaftar sebagai peserta JKN agar dapat mendaftarkan menjadi peserta JKN.
“Kami ada beberapa agen Pesiar yang tersebar di berbagai desa di Wilayah Kabupaten Sidoarjo dengan melakukan perjanjian kerja sama. Agen Pesiar ini memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan cakupan UHC serta tingkat keaktifan peserta,” imbuhnya.
Baca Juga: Koordinasi dan Komunikasi Berjalan Baik, Anggota DPR RI Apresiasi BPJS Kesehatan Sidoarjo
Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah bersama-sama dalam menyukseskan Program JKN di Wilayah Kabupaten Sidoarjo.
Menurutnya, tanpa adanya kolaborasi, capaian UHC Prioritas ini tidak bisa diraih.
“UHC ini adalah untuk semuanya masyarakat Kabupaten Sidoarjo agar seluruhnya dapat terjamin kesehatannya. Kami sama-sama berkomitmen dalam menjaga capaian ini dan tentunya harus dibarengi dengan kualitas layanan yang sesuai agar masyarakat semakin puas,” ucapnya.
Ia juga mengajak kepada semua pemangku kepentingan agar sama-sama bersinergi dalam meningkatkan cakupan dan keaktifan kepesertaan khususnya di wilayah Kabupaten Sidoarjo.
Karena menurutnya, UHC ini harus terus dipertahankan bahkan harus mencapai 100 persen agar seluruhnya dapat terjamin kesehatannya.
“Komintmen ini harus kita jaga dan kita pertahakan agar masyarakat bisa terjamin kesehatannya. Jika masyarakat puas, kita pun ikut merasakannya dan semoga apa yang kita lakukan selalu diberikan keberkahan,” tutupnya. (vga)
Editor : Vega Dwi Arista