Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Warga Geram Proyek Rumah Pompa Kedungpeluk Tak Kunjung Rampung, Berdampak Desa Kedungbanteng Tanggulangin Sidoarjo Kebanjiran

Diky Putra Sansiri • Rabu, 7 Januari 2026 | 11:07 WIB
BELUM RAMPUNG: Pengerjaan rumah pompa Kedungpeluk, Candi, Sidoarjo. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
BELUM RAMPUNG: Pengerjaan rumah pompa Kedungpeluk, Candi, Sidoarjo. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Derita banjir tak kunjung usai dirasakan warga Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo.

Hampir dua bulan lamanya, sejak November tahun lalu, air setinggi 15 hingga 50 sentimeter masih menggenangi pemukiman warga.

Penyebabnya diduga kuat karena molornya operasional Rumah Pompa Kedungpeluk, Kecamatan Candi, yang hingga kini belum juga berfungsi.

Hingga Rabu (7/1), genangan air masih tampak di sejumlah titik dengan ketinggian hampir setinggi lutut orang dewasa. Kondisi ini membuat aktivitas warga lumpuh, sementara ancaman penyakit terus mengintai akibat lamanya air menggenang.

Tak hanya rumah warga, banjir juga merendam fasilitas pendidikan. SMPN 2 Tanggulangin dan SDN Tanggulangin ikut terdampak, memaksa para siswa kembali menjalani pembelajaran daring.

Warga Desa Kedungbanteng, Sulaiman mengaku sudah sangat resah dengan kondisi tersebut. Menurutnya, genangan air di lingkungan tempat tinggalnya nyaris tak mengalami penyusutan selama dua bulan terakhir.

“Rumah saya hampir dua bulan ini tergenang banjir," keluh Sulaiman, Rabu (7/1).

Dampaknya, kedua anaknya yang duduk di bangku SMP dan kelas IV SD harus belajar daring, karena sekolahnya kebanjiran.

Ia menilai, banjir berkepanjangan ini bukan semata akibat curah hujan, tetapi juga dipicu oleh penurunan tanah yang diperparah belum beroperasinya Rumah Pompa Kedungpeluk.

“Gimana mau surut, pembangunan rumah pompa yang besar di Kedungpeluk itu sampai sekarang saja belum selesai,” ujarnya.

Menurut Sulaiman, rumah pompa tersebut memiliki peran vital dalam mengalirkan air dari wilayah Kedungbanteng menuju Sungai Kedungpeluk, sebelum akhirnya dibuang ke laut. Namun, karena proyek pembangunan belum rampung, aliran air justru tertahan.

"Air dari desa ini kan salah satunya dialirkan ke Sungai Kedungpeluk. Nah, selama proses pembangunan itu, otomatis aliran airnya dibendung. Makanya genangan di sini tidak surut-surut,” jelasnya.

Sebagai informasi, banjir yang melanda Desa Kedungbanteng dipicu hujan lebat yang terjadi sejak akhir tahun lalu, ditambah tertutupnya aliran sungai di wilayah Kedungpeluk.

Penutupan tersebut merupakan dampak dari proyek pembangunan Rumah Pompa Kedungpeluk senilai lebih dari Rp 7 miliar yang hingga kini belum rampung, sehingga menghambat aliran air dan memperparah genangan banjir di wilayah sekitar. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#warga #Rumah Pompa #Banjir #kedungbanteng #Tanggulangin