Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Kegiatan Belajar Mengajar Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Masih Diliburkan, Tunggu Rekomendasi Keamanan Bangunan

Diky Putra Sansiri • Rabu, 8 Oktober 2025 | 22:39 WIB
SUDAH RATA: Kondisi tempat musala ambruk setelah dilakukan pembersihan puing-puing. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
SUDAH RATA: Kondisi tempat musala ambruk setelah dilakukan pembersihan puing-puing. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Setelah sembilan hari penuh perjuangan, seluruh korban musala tiga lantai yang ambruk akhirnya berhasil ditemukan.

Namun, aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, sementara waktu masih diliburkan demi keselamatan para santri.

Ketua Alumni sekaligus Ketua PCNU Sidoarjo, KH Zaenal Abidin menegaskan, keputusan meliburkan kegiatan belajar mengajar diambil dengan penuh pertimbangan.

“Sementara masih kita liburkan menunggu situasi dan kondisi yang ada,” ujarnya KH Zaenal, Rabu (8/10).

Menurutnya, pihak pondok tidak ingin tergesa-gesa membuka kembali aktivitas santri sebelum ada kepastian keamanan dari tim ahli dan aparat terkait.

“Nampaknya kami tunggu hasil investigasi dulu. Baru nanti kalau memang sudah ada rekomendasi untuk kami tempati, kami tempati,” tegasnya.

KH Zaenal menambahkan, langkah ini merupakan bentuk kehati-hatian demi menjamin keselamatan seluruh santri dan pengajar yang berada di lingkungan ponpes. Ia berharap hasil evaluasi dapat segera rampung sehingga kegiatan belajar dapat kembali berjalan normal dengan rasa aman.

Tragedi ambruknya musala tiga lantai di Ponpes Al-Khoziny pada Senin (29/9) lalu meninggalkan duka mendalam. Berdasarkan data resmi Basarnas, sebanyak 171 santri berhasil dievakuasi dari reruntuhan. Rinciannya, 104 orang selamat, 67 meninggal dunia, dan tujuh lainnya ditemukan dalam bentuk bagian tubuh (body part).

Operasi pencarian korban yang dipimpin Basarnas resmi ditutup pada Selasa pagi (7/10). Penutupan ditandai dengan keluarnya dua unit wheel loader terakhir dari lokasi reruntuhan. Area yang sebelumnya ramai oleh aktivitas alat berat kini tampak lengang, menyisakan kesedihan dan doa bagi para korban.

Hingga kini, proses pemulihan serta investigasi menyeluruh terhadap kondisi bangunan di area pesantren masih terus dilakukan oleh tim ahli dan instansi terkait. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Santri #Ponpes #Musala #Ambruk #libur