SIDOARJO - Rabu (29/5), semburan Lumpur di Porong telah genap berusia 18 tahun. Namun, hingga saat ini tragedi yang memaksa warga dari tiga kecamatan di Sidoarjo keluar dari kediamanya itu belum juga menemui titik terang.
Semburan lumpur disertai gas tersebut pertama kali mencuat dipermukaan pada 29 Mei 2006 yang silam. Saat itu tak sedikit masyarakat yang harus kehilangan rumah, sawah dan ladang pundi-pundi rejekinya.
Tidak hanya itu, tragedi tersebut juga meninggalkan jejak terhadap kondisi kesehatan masyarakat. Bahkan sisa-sisa kesedihan itu masih dirasakan oleh sebagian warga hingga saat ini.
Seperti yang dialami oleh salah satu warga Kelurahan Siring, Purwaningsih. Kakinya harus rela diamputasi setelah bertahun-tahun melawan sakit yang dideritanya akibat luka bakar.
Saat itu, tepatnya 8 September 2010 terjadi kebakaran di Kelurahan Siring yang disebabkan semburan liar gas metana. Nahasnya Purwaningsih menjadi korban yang paling parah menderita.
Dia mengalami luka bakar hingga 78 persen. Luka bakarnya pun tak kunjung sembuh hingga haus dilakukan amputasi.
"Kalau teringat kejadian kebakaran, saya sedih, karena mulai tahun 2010 luka bakar saya tak kunjung sembuh, bahkan saat ini saya rela kaki kanan diamputasi demi kesembuhan," ucapnya saat ditemui di rumahnya.
Purwaningsih mengaku mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 1 miliar lebih. Akan tetapi uang ganti rugi tersebut telah habis untuk pengobatan luka bakar dirinya dan anaknya.
"Uang ganti rugi habis untuk pengobatan, hanya tersisa membeli rumah di daerah Blitar yang harganya sekitar Rp 250 juta," ungkapnya.
Dengan raut muka yang sedih, Purwaningsih berharap dirinya segera memiliki kaki palsu. Supaya ia tidak hanya duduk di kursi roda.
Purwaningsih ingin melakukan aktivitas layaknya seorang ibu yang normal seperti biasa. Akan tetapi ia merasa tidak mampu untuk membeli peralatan kaki palsu tersebut.
"Harganya sekitar Rp 25 juta, mana saya mampu ?," sesalnya.
"Kami berharap Pemkab atau penjabat di Kabupaten Sidoarjo untuk memberikan bantuan, apapun bantuan kami menerima, syukur bantuan kursi roda," pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista