SIDOARJO - Tim Satgas Pangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) harga bahan pokok penting (bapokting) menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H di Pasar Larangan, Candi, Jumat (5/4) pagi.
Pemantauan ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga dan pengecekan pasokan bahan pangan pokok. Saat sidak, Satgas Pangan menemukan harga bawang merah dan bawang putih mengalami kenaikan.
Ditemui di lokasi, Kasubdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Oki Ahadian Purwono mengatakan, pihaknya bersama stake holder terkait melaksanakan kegiatan pengecekan bapokting.
Hasilnya, harga bapokting relatif stabil. Terutama, ketersediannya di Pasar Larangan cukup banyak. Akan tetapi, pihaknya menemukan kenaikan harga pada harga bawang merah dan bawang putih.
"Jadi ini kami antisipasi dan kami akan coba analisa lagi apa yang menjadi penyebab harga bawang ini bisa naik," katanya.
Dia menegaskan, pihaknya akan menjaga ketersediaan bapokting yang ada di wilayah Jawa Timur dan akan terus melakukan pengecekan selama menjelang lebaran.
"Dari hari ini sampai seterusnya, kita akan lakukan pengecekan terus. Kami imbau kepada pihak-pihak yang bersangkutan juga ikut menjaga stabilitas bapokting," imbuhnya.
Dia berharap, kegiatan yang dilakukannya ini dapat bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu, harga daging dan ayam potong tidak ada kenaikan dan relatif stabil.
Kabar bahagianya, harga telor ayam mengalami penurunan drastis. Dengan selisih antara Rp 5 ribu hingga Rp 6 ribu. Pihaknya terus berupaya untuk mencari tahu penyebab kenaikan harga.
"Kami imbau kepada pihak-pihak yang mencoba memainkan harga mengambil keuntungan yang banyak, apalagi di masa lebaran ini, kami akan tetap pantau pergerakannya, akan kami ingatkan," ujarnya.
Lebih lanjut, menurut Oki, jika tetap melakukan hal yang merugikan masyarakat, pihaknya tidak segan-segan akan menindak tegas.
Sementara itu, Subkor Distribusi Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Sukemi membeberkan kenaikan harga bawang merah dan bawang putih dipengaruhi faktor iklim, ditambah permintaan yang meningkat menjelang hari Raya Idul Fitri.
Menurutnya, kenaikan harga hanya terjadi pada momen-momen tertentu dikarenakan permintaan yang tinggi.
"Biasanya setelah itu normal lagi. Permintaan yang tinggi saat Ramadan dan Idul Fitri itu biasanya harga naik. Tapi kalau cabe sekarang normal," ungkapnya.
Meskipun harga bawang merah dan bawang putih naik. Akan tetapi, harga tersebut masih dibawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
"Harga pasar bawang merah Rp 35 ribu. Sedangkan, HET Rp 41,5 ribu. Untuk bawang putih naik diatas HET Rp 32 ribu, menjadi Rp 38 ribu. Karena bawang putih memang impor," tandasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista