Trauma Healing PMKS di Sidoarjo untuk Tingkatkan Daya Ingat

Vega Dwi Arista • Dipublikasikan Senin, 26 September 2022 | 00:59 WIB
PEDULI: Kepala Dinsos Sidoarjo Misbahul Munir saat mengobrol dengan warga binaan Liponsos.
PEDULI: Kepala Dinsos Sidoarjo Misbahul Munir saat mengobrol dengan warga binaan Liponsos.
Pentingnya Interaksi dengan PMKS

Warga binaan Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) tidak akan selamanya berada di bawah asuhan Dinas Sosial. Ke depan mereka akan kembali melaksanakan fitrahnya sebagai makhluk sosial. Untuk mempersiapkan para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) kembali ke masyarakat, Dinsos melalui UPT Rehabilitasi Sosial menggelar program trauma healing.

Annisa Firdausi, Wartawan Radar Sidoarjo

Trauma healing digelar rutin di Liponsos. Program tersebut dilakukan untuk meningkatkan daya ingat warga binaan. Sebab banyak dari mereka yang lupa nama serta asalnya. Selain itu juga untuk menjaga kesehatan mental para warga binaan.

Kepala Dinsos Sidoarjo Misbahul Munir menjelaskan, pada dasarnya mereka adalah manusia yang membutuhkan pendampingan. Apalagi mereka adalah masyarakat yang memiliki masalah kesehatan mental.

Program trauma healing yang dilakukan seperti kegiatan psikologi, promosi kesehatan, sosial dan spritual serta senam bersama. Kegiatan itu terus dilakukan untuk menjamin kehidupan mereka menjadi lebih baik lagi.

''Itu sebagai bentuk pelayanan kami kepada para PMKS yang tinggal di sini,'' kata Misbah.

Menurut dia, orang-orang yang kurang beruntung seperti mereka juga perlu mendapatkan perhatian. Dengan perhatian itu, dia yakin semangat mereka untuk hidup yang lebih baik akan terus tumbuh.

Untuk itu upaya menumbuhkan semangat mereka agar kembali bersosialisasi di tengah masyarakat harus dilakukan. Melalui kegiatan trauma healing secara rutin, perlahan akan menumbuhkan daya ingat dan semangatnya untuk kembali berkeinginan hidup bermasyarakat.

Misbah sendiri mengaku sering datang ke tempat rehabilitasi sosial itu. Selain memantau langsung kondisi kesehatan mereka, dia juga mengajak ngobrol para warga binaan. ''Ngobrol apa saja, kadang juga tidak nyambung, tapi nggak apa-apa, yang penting ada interaksi,'' imbuhnya.

Dia menilai, interaksi itu penting. Selain untuk mengetahui kesehatan fisik maupun mental mereka, juga untuk membuat mereka merasa diterima keberadaannya. (*/vga) Editor : Vega Dwi Arista
Trauma Healing Dinas Sosial PMKS