Pemkab Sidoarjo Inginkan Program Bapak Asuh Atlet, Satu OPD Dampingi Satu Cabor

RADAR SIDOARJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menggulirkan program Bapak Asuh Atlet untuk memperkuat pembinaan dan meningkatkan prestasi olahraga. Melalui program tersebut, setiap organisasi perangkat daerah (OPD) akan mendampingi satu cabang olahraga (cabor).
Program ini tidak sekadar memberikan pendampingan moral kepada atlet. Bupati Sidoarjo Subandi menginginkan para bapak asuh terlibat secara nyata dalam membantu memenuhi kebutuhan atlet, sesuai kemampuan dan kebutuhan pembinaan masing-masing cabang olahraga.
Menurut Subandi, Sidoarjo memiliki banyak atlet muda potensial yang perlu mendapatkan pembinaan berkelanjutan. Potensi tersebut harus dipetakan dan dikembangkan melalui sinergi antara pemerintah daerah, pelatih, ofisial, dan bapak asuh.
"Tujuannya agar ada pendampingan. Bapak asuh ini bukan hanya mendampingi saja, tetapi juga harus ikut membantu. Harapan kita seperti itu," ujar Subandi, Jumat (6/11).
Melalui program ini, setiap OPD akan ditugaskan mendampingi cabor tertentu. Dengan begitu, para atlet memiliki pihak yang memberikan perhatian sekaligus membantu kebutuhan mereka selama menjalani proses pembinaan.
Subandi berharap kolaborasi tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan prestasi olahraga, tetapi juga membentuk karakter dan jati diri atlet sejak usia pelajar.
"Biarkan nanti kita bertanggung jawab kepada anak asuhnya masing-masing. Harapan kita, anak-anak ini mampu berkolaborasi dan membangun jati dirinya," imbuhnya.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sidoarjo Rudi Setiawan menjelaskan, program Bapak Asuh merupakan salah satu bentuk pelayanan pemerintah daerah kepada masyarakat, khususnya di bidang olahraga.
Menurut dia, kehadiran pemerintah dalam perjalanan atlet diharapkan mampu meningkatkan motivasi dan mental bertanding. Dengan begitu, atlet tidak merasa berjuang sendirian karena mendapat dukungan langsung dari pemerintah daerah.
"Minimal, pada langkah awal ini ada semangat dan mentalitas bahwa ketika atlet berjuang, pemerintah hadir," jelas Rudi.



