RADAR SIDOARJO - Hujan lebat disertai angin kencang kembali melanda Sidoarjo pada Rabu (10/12) sore.
Dalam hitungan menit, terpaan angin memporak-porandakan atap rumah warga, menumbangkan pohon, dan memutus sejumlah jaringan listrik di tiga kecamatan, yakni Tulangan, Prambon, dan Wonoayu.
Plt Kalaksa BPBD Sidoarjo Sabino Mariano menegaskan, cuaca ekstrem tersebut menyebabkan total 28 rumah rusak ringan dan satu tempat usaha terdampak.
“Kami langsung terjun ke lapangan untuk melakukan assessment dan penanganan. Semua pohon tumbang sudah dipotong dan dievakuasi, akses warga dinyatakan aman kembali,” ujar Sabino, Kamis (11/12).
Dampak kerusakan di tiga Kecamatan yakni, Kecamatan Tulangan: Desa Grinting RT 03/RW 11, rumah rusak ringan. RT 12/RW 04, dua rumah rusak ringan. RT 16/RW 04, tujuh rumah rusak ringan.
Sementara itu, kerusakan juga terjadi di Kecamatan Prambon: Desa Kedungsugo RT 04/RW 01, satu rumah rusak ringan. Desa Kedungwonokerto, RT 01/RW 01, tiga rumah rusak, RT 02/RW 02, dua rumah rusak dan RT 07/RW 02, satu rumah rusak.
Selanjutnya, Kecamatan Wonoayu: Desa Pilang, RT 06/RW 03, satu rumah rusak. Desa Mulyodadi, RT 01/RW 01, dua rumah rusak, RT 01/RW 02, tujuh rumah dan satu tempat usaha. Desa Sawocangkring, RT 12/RW 03, satu rumah rusak.
Angin kencang juga menumbangkan pohon mangga, pete dan rumpun bambu di sejumlah desa, seperti Grinting, Pilang, Kedungsugo, dan Kedungwonokerto. Semua pohon tumbang telah dibersihkan oleh BPBD, Polisi, Satpol PP, Tim Kepras DLHK, dan warga setempat.
“Sinergi semua unsur mempercepat normalisasi. Kami pastikan lokasi kejadian kini aman,” tegas Sabino.
Meski tidak ada korban jiwa, seorang warga Desa Grinting bernama Jamali, mengalami luka ringan akibat tertimpa asbes. Korban sudah mendapatkan perawatan medis.
Sejumlah bantuan telah disalurkan oleh BPBD Sidoarjo bagi rumah yang terdampak yakni berupa terpal. Sabino Mariano meminta masyarakat tetap berhati-hati menghadapi potensi cuaca ekstrem, terutama di masa peralihan musim.
“Kami terus memantau dan melakukan pendataan lanjutan. Jika ada kejadian, segera laporkan,” pesannya.
Sementara itu, Kapolsek Prambon AKP Sugiono menyampaikan laporan terperinci terkait dampak angin kencang di wilayahnya. Ia menyebut setidaknya empat desa terdampak, Kedungkembar, Kedungsugo, Simogirang, dan Gedangrowo.
“Sejak pukul 14.00 kami langsung ke lokasi. Banyak rumah warga yang rusak dan beberapa pohon tumbang, termasuk tiang listrik yang patah di Gedangrowo. Tapi syukur, tidak ada korban jiwa,” tegasnya.
Menurutnya, empat desa di Kecamatan Prambon diterjang angin kencang yaitu Desa Kedungkembar, rumah milik Mindari, Juminah, Bunali, Sholeh, Lasio, dan Ulfa mengalami kerusakan. Sementara, pohon tumbang di depan BUMDes dan Balai Desa Kedungkembar.
Desa Kedungsugo, sembilan rumah terdampak dan tiga titik pohon tumbang, termasuk di Dusun Pandokan dan depan BUMDes WBT. Sementara, di Desa Simogirang, tiga rumah rusak dan satu tiang listrik tumbang.
Keempat di Desa Gedangrowo, sebuah lohon tumbang di jembatan Serangan dan tiang listrik patah hingga menyebabkan listrik padam.
“Seluruh unsur BPBD, Polsek Prambon, Koramil, Satpol PP, hingga linmas, bergerak cepat membantu memotong pohon, mengevakuasi warga, dan mendata rumah yang rusak. Pukul 17.30 semua penanganan selesai, situasi kembali kondusif," pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista