Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Dua Stasiun, Boharan dan Kedinding Sidoarjo Akan Beroperasi Kembali, Catat Tanggalnya

Diky Putra Sansiri • Kamis, 23 Januari 2025 | 23:15 WIB

 

 

SIAP BEROPERASI : Petugas sedang melakukan pengecekan di Stasiun Boharan, Krian, Sidoarjo, Kamis (23/1). Dua stasiun akan beroperasi kembali di Sidoarjo. (IST/RADAR SIDOARJO)
SIAP BEROPERASI : Petugas sedang melakukan pengecekan di Stasiun Boharan, Krian, Sidoarjo, Kamis (23/1). Dua stasiun akan beroperasi kembali di Sidoarjo. (IST/RADAR SIDOARJO)

SIDOARJO - Setelah bertahun-tahun tidak aktif, dua stasiun di wilayah Sidoarjo, yakni Stasiun Boharan, Krian dan Stasiun Kedinding, Tarik, akan kembali melayani penumpang mulai Sabtu, 1 Februari 2025 mendatang. 

Dua stasiun di Boharan, Krian, dan Kedinding, Tarik, Sidoarjo, yang tidak aktif selama hampir lima tahun ini rencananya akan berfungsi untuk melayani perjalanan lokal. Hal itu untuk memberikan kemudahan transportasi bagi warga sekitar.

Humas Balai Teknik Perkeretaapian Kelas 1 Surabaya, Vecga Septian Pravangasta, mengonfirmasi bahwa kedua stasiun tersebut akan mulai dioperasikan kembali.

"Nantinya dua stasiun tersebut akan masuk grafik perjalanan KA (Gapeka) per tanggal 1 Februari 2025," ujar Vecga, Kamis (23/1).

Vecga mengungkapkan, pengaktifan kembali dua stasiun ini berasal dari aspirasi warga sekitar, pemerhati transportasi, serta komunitas pecinta kereta api di wilayah Sidoarjo.

Ia menjelaskan, saat ini pihak Balai Teknik Perkeretaapian dan KAI Commuter tengah mempersiapkan berbagai persiapan yang diperlukan. 

Salah satu langkah utama adalah melakukan rampcheck atau pengecekan Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 63 Tahun 2019.

"Pengecekan di Stasiun Boharan maupun Kedinding dilakukan untuk memastikan keduanya dalam kondisi layak melayani penumpang," tambahnya.

Selain rampcheck, pengecekan juga mencakup berbagai fasilitas lainnya seperti standar pencahayaan minimal 200 lux, peron yang mampu menampung hingga 10 kereta, toilet, ruang tunggu, serta kelengkapan signage atau papan peringatan bagi penumpang.

Pada tahap awal operasional, kereta api yang akan berhenti di dua stasiun tersebut adalah KA Jenggala, KA Dhoho, KRD Kertosono, serta KA Penataran. "Sementara ini masih untuk KA lokal dulu," tuturnya.

Namun, ia tidak menutup kemungkinan pengembangan di masa depan yang memungkinkan pemberhentian kereta api jarak jauh di kedua stasiun tersebut.

Dikatakannya, status kedua stasiun tersebut akan mirip dengan Stasiun Tulangan, yang merupakan stasiun kecil yang melayani perjalanan kereta api lokal. Nantinya, Stasiun Boharan dan Kedinding akan melayani 24 kali pemberhentian dalam sehari.

Dengan diaktifkannya kembali dua stasiun yaitu Stasiun Boharan dan Kedinding, diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas transportasi bagi masyarakat sekitar Sidoarjo dan sekitarnya, serta mengurangi kemacetan di jalur darat. (dik/gun)

Editor : Guntur Irianto
#Keboharan #kedinding #KA lokal #Beroperasi #stasiun kereta api #Krian #Tarik