RADAR SIDOARJO - Deltras Sidoarjo harus menanggalkan status tuan rumah saat menghadapi Kendal Tornado dalam lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026. Laga yang semula dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Delta Sidoarjo (GDS), Minggu (19/4), resmi dipindahkan ke Stadion Sriwedari, Solo, Jawa Tengah.
Keputusan tersebut diambil karena Stadion Gelora Delta Sidoarjo digunakan untuk penyelenggaraan ASEAN U-17 Boys Championship 2026 yang berlangsung pada 11-24 April di Sidoarjo dan Gresik.
Baca Juga: Rumput Dikepras, PSSI Cek Kesiapan Stadion Gelora Delta Jelang Asean U-17 Boys Championship 2026
CEO Deltras FC Amir Burhannudin mengatakan, pemindahan venue tidak dapat dihindari karena jadwal pertandingan berbenturan dengan agenda internasional tersebut.
“Kami terpaksa memindahkan laga kandang melawan Kendal Tornado FC ini ke Solo. Karena memang jadwalnya bersamaan dengan agenda Timnas U-17 di Gelora Delta Sidoarjo,” ujarnya, Kamis (16/4).
Baca Juga: Stadion Jenggolo Sidoarjo Kini Berpijar Terang, Siap Digunakan Pertandingan Malam
Meski harus bermain di luar Sidoarjo, Amir menegaskan timnya tetap menargetkan hasil maksimal.
“Tapi meski begitu, tim tetap harus fight bermain maksimal di luar Sidoarjo,” tegasnya.
Baca Juga: CEO Deltras Sidoarjo Ajak Warga Sukodono Dukung ke Stadion
Ia juga berharap dukungan penuh dari masyarakat Sidoarjo dan suporter setia Deltras tetap mengalir meski pertandingan digelar di luar kota.
“Kami juga meminta doa dari masyarakat Sidoarjo dan suporter agar laga kali ini dapat hasil yang diharapkan,” pungkasnya.
Baca Juga: Persiapan Deltras Sidoarjo Terganggu Akibat Polemik Tarif Sewa Stadion
Saat ini Deltras FC masih menyisakan tiga pertandingan di putaran ketiga wilayah timur Pegadaian Championship 2025/2026. Rinciannya, menghadapi Kendal Tornado pada 19 April, tandang ke Persiku Kudus pada 26 April, dan laga kandang terakhir melawan Persiba Balikpapan pada 2 Mei 2026.
Sementara itu, Timnas Indonesia U-17 yang tampil di ASEAN U-17 Boys Championship 2026 tergabung di Grup A bersama Vietnam, Malaysia, dan Timor Leste. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista