RADAR SIDOARJO - Mengusung misi menjaga kehormatan kandang, Deltras FC Sidoarjo bertekad mengamankan tiga poin penuh saat menjamu tamunya, PSIS Semarang, dalam laga krusial yang digelar hari ini, Minggu (22/2) di Stadion Gelora Delta Sidoarjo (GDS) .
Pelatih kawakan Deltras FC Widodo Cahyono Putro (WCP) menegaskan, timnya tidak ingin kecolongan sedikit pun.
Meski The Lobster memiliki catatan sejarah yang cukup apik melawan Laskar Mahesa Jenar, Coach Widodo memilih untuk tetap membumi dan fokus pada pembenahan transisi permainan.
Dalam sesi konferensi pers pra-pertandingan, Widodo mengungkapkan bahwa fokus utamanya bukan hanya merobek jala lawan, melainkan menjaga keseimbangan di lini belakang.
"Tentunya kami persiapan lebih menitikberatkan selain di attacking juga di koordinasi defense ya. Karena sepak bola itu dinamis, di mana saat kita menyerang pasti kita juga antisipasi counter attack atau serangan balik dari mereka," ujar pelatih asal Cilacap tersebut.
Widodo menyadari bahwa PSIS Semarang saat ini hadir dengan wajah baru. Perubahan komposisi pemain lawan menjadi perhatian khusus, terutama setelah ia memantau laga PSIS melawan Persela Lamongan sebelumnya.
"Saya tidak menekankan ke pemain mewaspadai beberapa pemain tetapi semua. Jadi pemain siapapun yang masuk di pertahanan kita, itu harus kita waspadai. Pastinya pemain harus fight," tegas eks penyerang legendaris Timnas Indonesia itu.
Di tengah jadwal yang padat, Widodo menitikberatkan pada pemahaman taktikal instan. Baginya, setiap sesi latihan adalah simulasi nyata yang harus diserap oleh pemain, terutama pilar-pilar baru.
"Yang lebih utama yaitu cepat membangun chemistry dari pemain-pemain terutama pemain baru, karena kita nggak ada waktu lagi untuk menerapkan bagaimana kita harus menyerang dan bertahan. Saya berharap mereka memahami setiap latihan itulah taktikal kita," tambahnya.
Senada dengan sang pelatih, bek muda Deltras FC, Wisal El Burji menyatakan kesiapan mental rekan-rekannya. Baginya, melawan kecepatan striker PSIS Semarang bukan hanya soal adu lari, tapi soal kolektivitas tim.
"Untuk persiapan besok yang pasti teman-teman kondisi baik dan saya rasa yakin bisa memberikan yang terbaik. Semuanya perlu diwaspadai, karena sepak bola itu 11 lawan 11, tidak hanya satu atau dua pemain," katanya.
Burji juga mengirimkan pesan tegas mengenai harga diri bermain di hadapan pendukung sendiri. Baginya, momentum positif Deltras tidak boleh terhenti di tangan PSIS.
"Sangat penting ya, karena kita main di home. Ini di rumah kita, jangan sampai orang lain mengambil itu (poin)," tutupnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista