Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Resolusi Konflik Suporter PSIM Yogyakarta dan Persis Solo

Vega Dwi Arista • Senin, 19 Desember 2022 | 15:45 WIB
Ilustrasi sepak bola. (Ist)
Ilustrasi sepak bola. (Ist)
Oleh : Aditya Putra Bimantara, Sabrina Pattra Luckyto, Nabila Ima Mitha, Saripudin, Nabila Choirunnisa, Fiorella Amelia Shafira, Achmad Fajar Ari (Mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Muhammadiyah Malang)

Sepak bola menjadi salah satu cabang olahraga yang paling digemari di Indonesia. Setiap tim sepak bola memiliki penggemarnya sendiri yang seharusnya bertindak sebagaimana penggemar yang mendukung tim sepak bola favoritnya. Namun, tak bisa dipungkiri jika penggemar terkadang justru menjadi salah satu sumber konflik.

Konflik bukan lagi hal yang asing dan sudah sering terdengar utamanya di dalam dunia persepakbolaan Indonesia. Dimana dalam kasus yang kami angkat, penggemar dari PSIM Yogyakarta dan PERSIS Solo seringkali mengalami perselisihan. Konflik yang terjadi antarkedua suporter tersebut pun sudah terbilang cukup mengakar karena telah terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama.

Jika tak segera mendapatkan perhatian khusus dalam perumusan resolusi konflik, tentunya hal ini bisa berpotensi untuk semakin mengakar dalam kurun waktu yang lebih lama.

Konflik antarsuporter yang sebenarnya tidak lazim, saat ini seperti sudah menjadi hal yang biasa di Indonesia ketika setelah pertandingan sepak bola antarsuporter memanas dan berujung pada gesekan antarindividu. Faktor konflik terjadi dikarenakan rivalitas kedua suporter sangat tinggi.

Konflik yang berupa bentrok antara PSIM Yogyakarta dengan PERSIS Solo telah mengakar lama dikarenakan terjadi kesenjangan yang menyebabkan permusuhan sejak lama. Akar permasalahan konflik adalah karena adanya provokasi dari segelintir oknum dan konflik yang terjadi sudah lama terjadi.

Konflik antarsuporter PSIM Yogyakarta dengan PERSIS Solo yang kerap terjadi menimbulkan beberapa dampak mulai dari fisik, psikis, hingga materi. Adapun dampak yang diakibatkan ketika ada serangan fisik yakni terdapat korban. Kondisi dari beberapa korban yang mengalami hal tersebut berupa luka-luka. Selain mendapatkan luka pada fisik, hal tersebut dapat memunculkan efek pada psikis korban. Trauma yang dirasakan oleh korban dimana luka-luka pada fisiknya tidak bisa sembuh begitu saja dan ada rasa takut untuk mendapatkan kembali luka tersebut.

Namun, tidak hanya korban yang mengalami trauma tersebut tetapi suporter lain yang tidak terlibat dan masyarakat sekitar. Mereka cenderung memiliki rasa takut dan cemas jika konflik terulang kembali serta memberikan dampak yang merugikan pada individu-individu yang tidak terlibat.

Dampak konflik antarsuporter ini juga berimbas pada materi korban hingga masyarakat. Barang-barang pribadi berupa kendaraan pribadi yang sering menjadi sasaran antarsuporter untuk dirusak. Selain itu, nama baik dari suporter PSIM Yogyakarta dengan PERSIS Solo dinilai sudah tidak baik karena melakukan hal yang merugikan.

Adapun nama baik dari kedua tim tersebut ikut tercoreng, hal tersebut dikarenakan memiliki suporter yang melakukan tindakan anarkis.

Maka dari itu, dalam hal ini ada beberapa resolusi konflik yang dapat kami berikan. Yakni melakukan perubahan pada sepak bola secara besar-besaran dari PSSI dengan membuat regulasi yang baru dan lebih ketat, memperkuat dan memperbanyak petugas pengamanan yang terlatih ketika pertandingan berlangsung, guna mencegah adanya konflik antarkedua suporter, menangkap provokator yang harus diusut dan diberi sanksi pelanggaran sebagai contohnya orang yang bersangkutan (provokator) di-blacklist dari berbagai pertandingan bola agar tidak menimbulkan konflik ketika dia menonton di stadion seumur hidupnya.

Serta membangun komunikasi antara pimpinan klub, korwil (ketua suporter) untuk mensosialisasikan kepada anggota suporter lain sehingga dapat mendewasakan pemikiran suporter dalam hal lapang dada menerima kekalahan. Yang lebih ekstrem adalah didiskualifikasi tim sepak bola sehingga para suporter akan lebih berpikir beberapa kali untuk melakukan konflik. (*)

 DAFTAR PUSTAKA

Augustino, R. (2022). Kronologi Bentrok Suporter Persis Solo dengan PSIM Yogyakarta, 3 Orang Mengalami Luka-luka. JPN.Com. https://jateng.jpnn.com/jateng-terkini/4057/kronologi-bentrok-suporter-persis-solo-dengan-psim-yogyakarta-3-orang-mengalami-luka-luka?page=2

Chandra, S. A. (2012). MODAL SOSIAL DALAM SUPORTER SEPAKBOLA (Studi pada Paserbumi, Suporter Sepakbola Persiba Bantul, Yogyakarta) [Universitas Negeri Yogyakarta]. https://eprints.uny.ac.id/8793/2/BAB 1 - 08413244028.pdf

Flatcher, S. (2022). KONFLIK ANTAR SUPORTER SEPAK BOLA MERUNTUHKAN PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA INDONESIA.

Fradiantika, V., & Sukadiyanto. (2013). PERILAKU SUPORTER SEPAKBOLA PSIM YOGYAKARTA. Jurnal Keolahragaan, 1(2), 176–185. https://journal.uny.ac.id/index.php/jolahraga/article/view/2573/2127

Muarofah, L. (2014). KONFLIK DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN Studi Konflik Antara Dua Pengelola Madrasah di Desa Pesanggarahan Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.

Nur’Zain, A. (2019). Konflik Kerusuhan Antar Suporter Sepak Bola Ditinjau dengan Teori Dinamisitas [Universitas Katolik Widya Mandala Madiun]. https://osf.io/7gy4u

Perdana, A. P. (2014). Upaya Polisi dalam Memberikan Perlindungan Hukum terhadap Korban Kekerasan oleh Suporter Sepak Bola di DIY [Universitas Atma Jaya Yogyakarta]. https://e-journal.uajy.ac.id/6011/2/HK109945.pdf

Priharjanto, Y. M. (2021). Negosiasi Konflik Berlatar Belakang Fanatisme Suporter Bola (Studi Kasus pada Kelompok Suporter Panser Biru dan Snex) [Universitas Diponegoro]. https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/8981/3/BAB II.pdf

Pujiyono, & Mulyanto. (2014). Urgensi Iintegrasi Nilai Local Wisdom Dalam Konflik Suporter Sepakbola. Yustisia Jurnal Hukum, 3(1), 117–124. https://doi.org/10.20961/yustisia.v3i1.10134

Riyantama, R. (2021). Sejarah Sepak Bola Indonesia yang Mungkin Jarang Diketahui Orang. Bolatimes. https://www.bolatimes.com/bolaindonesia/2021/06/25/173000/sejarah-sepak-bola-indonesia-yang-mungkin-jarang-diketahui-orang

Sasmito, A. (2015). Stereotipe dalam Konflik Fans Sepakbola LA Mania dan Boromania [Universitas Muhammadiyah Yogyakarta]. https://etd.umy.ac.id/id/eprint/19232/

Suryo, H. (2022). Suporter PSIM Yogyakarta dan Persis Solo Sepakat Damai, Presiden Pasoepati: Sebarkan Perdamaian. Tribunnews. https://jogja.tribunnews.com/2022/10/04/suporter-psim-yogyakarta-dan-persis-solo-sepakat-damai-presiden-pasoepati-sebarkan-perdamaian

Yuniar, N. (2022). Imbas Bentrokan Suporter Persis Solo, 4 Warga Diduga Suporter PSIM Yogyakarta Dibekuk, Ini Pemicunya. Tribunnews. https://sultra.tribunnews.com/2022/07/26/imbas-bentrokan-suporter-persis-solo-4-warga-diduga-suporter-psim-yogyakarta-dibekuk-ini-pemicunya

  Editor : Vega Dwi Arista
#Konflik Antarsuporter #Persis Solo #PSIM Yogyakarta #Sepak Bola