RADAR SIDOARJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo memetakan enam wilayah yang dinilai rawan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) 2026.
Langkah itu dilakukan untuk memastikan pesta demokrasi tingkat desa pada 24 Mei mendatang berlangsung aman, damai, dan kondusif.
Baca Juga: Bupati Sidoarjo Ingatkan Bahaya Money Politics di Pilkades
Enam wilayah yang masuk kategori rawan tersebut meliputi Desa Pepelegi Kecamatan Waru, Kecamatan Tanggulangin, Kecamatan Taman, Kecamatan Buduran, Kecamatan Tulangan, dan Kecamatan Krembung.
Pemetaan kerawanan itu disampaikan Bupati Sidoarjo Subandi saat memimpin Deklarasi Damai Pilkades 2026, Rabu (13/5) di Pendopo Delta Wibawa.
Baca Juga: Mantan Napi Maju Pilkades Sidoarjo, Ini Jawaban Dinas PMD
“Kita sudah mapping bersama Pak Kapolres, Pak Dandim, dan Pak Kajari terkait kerawanan-kerawanan yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Termasuk di Pepelegi Kecamatan Waru, Tanggulangin, Taman, Tulangan, dan Krembung. Ini sudah kita mapping semua,” ujar Subandi.
Menurutnya, enam wilayah tersebut akan mendapatkan pendampingan khusus dari unsur kecamatan hingga aparat keamanan guna mengantisipasi potensi konflik selama tahapan Pilkades berlangsung.
Baca Juga: DPRD Sidoarjo Khawatir Pilkades Ricuh, Perangkat Desa Nyalon Kades Belum Mundur
“Yang sangat rawan itu ada enam. Nanti akan ada pendampingan khusus dari Pak Camat, Pak Kapolsek, dan Pak Danramil. Kita turunkan di lapangan untuk menjaga kondusifitas agar tetap aman,” katanya.
Subandi menegaskan, stabilitas politik desa menjadi perhatian serius Pemkab Sidoarjo bersama Forkopimda.
Baca Juga: Tujuh Desa di Waru Sidoarjo Gelar Pilkades, Apakah Rawan Konflik? Ini Jawaban Camat
Karena itu, deklarasi damai tidak hanya melibatkan panitia Pilkades dan calon kepala desa, tetapi juga tim pemenangan masing-masing calon.
“Hari ini kita mengadakan deklarasi damai mulai dari kepala desa, panitia, dan tim pemenangan juga. Tujuannya menjaga komitmen supaya pelaksanaan tanggal 24 Mei berjalan baik dan menjadi agenda demokrasi yang sehat di Kabupaten Sidoarjo,” jelasnya.
Ia berharap seluruh pihak mampu menahan diri dan menjaga suasana tetap sejuk meski terdapat perbedaan pilihan politik di tingkat desa.
“Jangan biarkan perbedaan pilihan memutus persaudaraan. Jangan terprovokasi intimidasi, pengerahan massa berlebihan, apalagi tindakan anarkis. Semua persoalan harus diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku,” tegasnya.
Subandi juga meminta aparat keamanan dan pemerintah kecamatan aktif melakukan pengawasan di wilayah yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi.
“Saya memohon Pak Kapolres maupun Pak Dandim betul-betul ada pendampingan di tiap kecamatan. Kita mapping apabila ada kerawanan Pilkades, terutama saat pelaksanaan tanggal 24 Mei,” ucapnya.
Selain itu, Subandi mengingatkan para calon kepala desa agar tetap menjaga kondusifitas di wilayah masing-masing. Menurutnya, kepala desa memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan desa ke depan.
“Kepala desa adalah arah masa depan desa-desa kita. Desa yang kuat akan melahirkan kabupaten yang kuat. Desa yang maju akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga mengapresiasi seluruh calon kepala desa dan tim sukses yang berkomitmen menjaga suasana politik tetap damai tanpa provokasi maupun ujaran kebencian.
“Saya memberikan apresiasi kepada seluruh calon kepala desa yang siap berkompetisi secara sehat dan demokratis. Terima kasih juga kepada tim sukses yang telah menunjukkan kedewasaan politik dengan menjaga suasana tetap kondusif,” pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista