Jumat pagi, pasangan calon nomor urut 01 itu sengaja menyempatkan diri ke pasar yang baru diperbaiki itu. Ia ingin menyapa sekaligus melihat langsung bagaimana ativitas ekonomi masyarakat di pasar itu.
Dari pedagang sayur, hingga penjual baju diajak dialog. Tujuannya untuk mengerti keluhan dalam jual beli selama itu.
Dalam kesempatan itulah, mantan anggota DPR RI periode 2014-2019 itu sempat meneteskan air mata. Gara-garanya mendengar curhatan pedagang yang cukup keberatan dengan sewa dan cicilan lapak. "Beban angsuran perlu di hitung ulang, terlalu membebani," kata BHS.
Menurut BHS, tingginya biaya angsuran juga bakal mempengaruhi harga jual barang-barang di pasar itu. Pedagang juga akan menghitung tanggungan sewa untuk menentukan harga barang yang akan dijual. Jika harga jual barang dagangan lebih mahal, tentu juga merugikan. "Nanti pembeli juga milih pindah belanja ke mall," sambungnya.
Karena itulah, BHS bakal mengupayakan menghitung ulang angsuran dan harga kios para pedagang. "Kalau perlu di Subsidi, pemerintah kabupaten harus mensubsidi," tambahnya.
Dalam kesempatan itu pula, BHS juga menyoroti sejumlah fasilitas yang ada di Pasar Tulangan. Menurutnya, fasilitas yang ada di pasar itu harus sesuai standar nasional atau SNI. Di antaranya sejumlah fasilitas yang perlu ditambahkan adalah, fasilitas klinik kesehatan, tempat penitipan anak, dan kebersihan toilet. "Kalau lokasi sudah strategis, tapi sejumlah fasilitas perlu ditambah," imbuhnya.
BHS juga mengungkapkan, Pasar Tradisional sangat dibutuhkan dalam memutar roda perekonomian. "Pasar tradisional sebagai penumpu ekonomi kerakyatan," tandasnya.
Diketahui, BHS merupakan paslon dengan nomor urut 01 di Pilkada Sidoarjo. Ia maju dengan menggandeng wakilnya M.Taufiqulbar. Dengan takeline Sidoarjo lebih baik, BHS-Taufiq maju diusung lima partai politik. Yakni Golkar, Gerindra, PKS, Demokrat dan PPP. (son/opi) Editor : Nofilawati Anisa