RADAR SIDOARJO - Upaya meningkatkan budaya literasi di kalangan pelajar terus didorong di Kabupaten Sidoarjo. Kali ini, Komisi D DPRD Sidoarjo menggandeng Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kabupaten Sidoarjo melalui program menulis komik yang diikuti siswa-siswi SD dan SMP.
Program tersebut menjadi yang pertama digelar di Kabupaten Sidoarjo. Tak hanya mengasah kreativitas menggambar dan menulis, kegiatan ini juga diarahkan menjadi media literasi budaya dan sejarah lokal bagi generasi muda.
Baca Juga: Sosialisasi Literasi Dini di World Read Aloud Day 2024 di Sidoarjo
Sekretaris Komisi D DPRD Sidoarjo, Zahlul Yussar, mengatakan program tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Menurutnya, literasi berbasis komik memiliki potensi menjadi program unggulan daerah, bahkan dapat menjadi percontohan di tingkat nasional.
Baca Juga: Diskusi Adalah Bagian dari Literasi
“Harapannya ke depan kegiatan ini tidak hanya formalitas. Tadi saya dengar dari dinas, hasil karya anak-anak nantinya akan dicetak dan bisa mewakili Indonesia untuk diceritakan sampai tingkat dunia. Bahkan, ada rencana kerja sama dengan salah satu perusahaan agar komiknya dapat diterbitkan,” ujar Yussar, Senin (11/5).
Politisi Partai Demokrat itu menilai program tersebut menunjukkan keseriusan Sidoarjo dalam membangun budaya literasi yang inovatif dan dekat dengan dunia anak-anak.
Baca Juga: Rheni Puspita Ratih : Pentingnya Literasi bagi Siswa
“Ini menjadi bukti bahwa Sidoarjo terus berupaya meningkatkan literasi. Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi role model di Jawa Timur bahkan di tingkat nasional,” katanya.
Menurut Zahlul, komik merupakan media yang efektif untuk mengenalkan budaya, sejarah, hingga cerita rakyat khas Sidoarjo kepada para pelajar.
Baca Juga: Sambut Bulan Bahasa 2024, SMA Antartika Sidoarjo Gelar Lomba Pemilihan Duta Literasi
“Komik ini bisa menjadi sarana literasi budaya dan literasi sejarah di Kabupaten Sidoarjo. Harapannya, Disperpusip dapat terus memasukkan unsur budaya lokal. Jadi bukan hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga mengenalkan budaya, seni, dan dongeng-dongeng khas daerah,” jelasnya.
Ia menambahkan, banyak karya siswa yang dinilai menarik karena memuat unsur kearifan lokal. Sejumlah peserta bahkan menuangkan cerita tentang budaya dan kesenian daerah ke dalam bentuk komik.
“Jangan sampai anak-anak kita tidak mengenal budaya Sidoarjo. Lewat komik ini, salah satu pembelajaran literasi daerah bisa ditanamkan sejak dini,” tambahnya.
Sementara itu, pihak Disperpusip menyebut tema komik yang diangkat para peserta masih bersifat bebas. Anak-anak diberi ruang untuk menuangkan imajinasi dan kreativitas masing-masing.
Meski demikian, banyak karya yang tetap mengangkat unsur budaya, seni, hingga cerita rakyat khas Sidoarjo.
Komisi D DPRD Sidoarjo berharap program tersebut dapat digelar rutin setiap tahun dan menjadi salah satu program unggulan daerah dalam meningkatkan budaya literasi di kalangan pelajar. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista