RADAR SIDOARJO - Upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Sidoarjo terus diperkuat melalui kolaborasi antar kepala sekolah. Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri Kabupaten Sidoarjo mendorong lahirnya berbagai inovasi pendidikan dengan cara saling berbagi praktik terbaik dari setiap sekolah.
Ketua MKKS SMP Negeri Sidoarjo Aris Setiawan menegaskan, kolaborasi, inovasi, dan konsistensi menjadi kunci penting untuk membangun pendidikan yang unggul dan mampu bersaing.
Menurutnya, amanah yang diberikan untuk memimpin MKKS menjadi tanggung jawab besar dalam mendorong kemajuan seluruh SMP negeri di Kabupaten Sidoarjo.
“Karena saya diamanahi untuk mengelola MKKS SMP Negeri, saya akan terus berupaya bagaimana MKKS SMP Negeri Kabupaten Sidoarjo bisa lebih berdaya saing,” ujar Aris, Rabu (11/3).
Salah satu langkah yang dilakukan adalah membangun budaya berbagi praktik baik antar kepala sekolah. Dalam setiap kegiatan MKKS, para kepala sekolah diminta mempresentasikan program unggulan atau inovasi yang telah dijalankan di sekolah masing-masing.
Melalui forum tersebut, berbagai program pendidikan dapat dipelajari dan diadaptasi oleh sekolah lain sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.
“Setiap kegiatan MKKS selalu diawali dengan praktik baik kepala sekolah. Mereka menyampaikan program unggulannya sehingga teman-teman lain bisa mengadopsi dan menyesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing,” jelasnya.
Aris menilai, pendekatan ini dapat mempercepat peningkatan mutu pendidikan di Sidoarjo. Pasalnya, sekolah tidak perlu memulai dari awal dalam mengembangkan program jika sudah ada contoh yang terbukti berhasil.
“Kalau ada program sekolah yang bagus, tentu bisa menjadi contoh. Kepala sekolah lain bisa mengambil dan menerapkannya, bahkan mengembangkannya agar lebih baik lagi,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa setiap sekolah tetap perlu memiliki identitas atau branding yang menjadi ciri khas masing-masing.
Ia mencontohkan inovasi di SMP Negeri 1 Gedangan yang dikenal dengan program kantin sehat. Program tersebut memastikan seluruh makanan dan minuman yang dijual bebas dari bahan berbahaya sehingga lebih aman bagi siswa.
“Branding sekolah itu penting. Misalnya di SMPN 1 Gedangan dikenal dengan kantin sehat yang sudah tersertifikasi. Ini menjadi nilai tambah bagi sekolah sekaligus memberi rasa aman bagi siswa,” ungkapnya.
Kantin sehat tersebut bahkan telah mendapatkan sertifikasi dari Dinas Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta sertifikasi halal.
Meskipun begitu, Aris mengingatkan bahwa branding sekolah tidak boleh mengesampingkan standar mutu pendidikan secara umum, baik dari sisi akademik maupun non-akademik.
Ke depan, ia berharap seluruh kepala sekolah SMP negeri di Sidoarjo memiliki komitmen kuat dan konsisten dalam menjalankan program peningkatan kualitas pendidikan.
“Komitmen itu sangat penting. Kalau kepala sekolah tidak konsisten, semua program akan sia-sia. Kita tidak ingin hanya semangat di awal, tetapi kemudian berhenti di tengah jalan,” tegasnya.
Dengan komitmen bersama, Aris optimistis kualitas pendidikan di Kabupaten Sidoarjo akan terus meningkat dan mampu bersaing di tingkat nasional. (nas/dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista