RADAR SIDOARJO - Upaya menyiapkan lulusan yang siap kerja dan berdaya saing global terus diperkuat SMK Persatuan 2 Tulangan Sidoarjo.
Sekolah ini menggelar Sosialisasi Exclusive Program yang menghadirkan beragam pelatihan keterampilan bersertifikat, mulai Service AC, Teknik Pengelasan, Servis Sepeda Motor/AHASS, hingga program magang ke Jepang, Kamis (18/12).
Kegiatan yang diikuti siswa kelas XII beserta orang tua/wali murid tersebut menghadirkan narasumber dari berbagai bidang. Pelatihan Service AC bersertifikat CV Air Conditioner (AC), Teknik Pengelasan bersertifikat SMKN 3 Buduran (SMK Perkapalan), Servis Sepeda Motor/AHASS bersertifikat H Rukanto, serta sosialisasi dan seleksi Program Magang ke Jepang bekerja sama dengan Pimpinan Wilayah Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (PW SNNU) Jawa Timur dan Global Mirai Internasional.
Kepala SMK Persatuan 2 Tulangan Samsul Bahri menegaskan, program ini dirancang sebagai bekal konkret bagi siswa sebelum lulus dan terjun ke dunia kerja.
“Saya mengadakan kegiatan ini supaya anak-anak ketika keluar dari sekolah punya pengalaman dan bisa mandiri. Walaupun perusahaan-perusahaan mitra sekolah sudah menyiapkan, kami ingin mereka memiliki pengalaman tambahan,” ujarnya.
Menurut Samsul, sekolah memberikan perhatian merata kepada seluruh siswa, baik yang unggul secara akademik maupun yang memiliki minat kuat pada keterampilan tertentu.
“Saya ingin anak-anak pintar, cerdas, dan tetap kami perhatikan. Insyaallah kami memperhatikan kehidupan anak-anak, karena itu memang perintah,” tegasnya.
Ia menjelaskan, materi yang disiapkan mencakup alat pendingin (AC), pengelasan, pendalaman sepeda motor AHASS, serta peluang magang ke Jepang. Khusus program magang Jepang, pihak sekolah memastikan informasi disampaikan langsung kepada siswa.
“Untuk magang ke Jepang, hari ini Pak Muhdor berhalangan hadir karena ada kesibukan. Besok anak-anak akan kami datangkan agar mereka langsung tahu dari penyaji. Kami menjembatani agar informasi sampai dengan jelas,” katanya.
Samsul juga menekankan pentingnya penguatan praktik bagi siswa yang benar-benar berminat.
“Dari permesinan dan kelistrikan otomatis, anak-anak sudah berkali-kali latihan. Kalau belum bisa, kami tambah. Siswa yang benar-benar minat dan sungguh-sungguh, saat ada waktu kosong bisa berlatih,” jelasnya.
Pelibatan orang tua dalam sosialisasi ini, lanjut Samsul, menjadi kunci keberhasilan program.
“Saya hadirkan wali murid karena kemauan dan pemikiran anak perlu dorongan. Tanpa dorongan orang tua, kurang begitu kuat," tuturnya.
Menurutnya, dorongan orang tua dan ilmu yang didapat oleh siswa akan lebih memudahkan siswa untuk lebih memahami yang telah dipelajarinya.
"Dampaknya sesuai dengan keinginan kami, berbagi ilmu dan menyiapkan masa depan anak-anak,” pungkasnya. (nas/dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista