Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

SMPN 1 Porong Sidoarjo Gelar Parade Kebudayaan Dalam Peringatan Sumpah Pemuda

Diky Putra Sansiri • Selasa, 28 Oktober 2025 | 23:32 WIB

 

BUDAYA: Pakaian adat Kalimantan Timur dipakai para siswa SMP Negeri 1 Porong dalam kegiatan Parade Kebudayaan. (ANAS/RADAR SIDOARJO)
BUDAYA: Pakaian adat Kalimantan Timur dipakai para siswa SMP Negeri 1 Porong dalam kegiatan Parade Kebudayaan. (ANAS/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Dalam rangka kegiatan pembelajaran kokurikuler dan memperingati Sumpah Pemuda SMP Negeri 1 Porong menggelar kegiatan Parade Kebudayaan, Selasa (28/10). Parade Kebudayaan digelar sebagai upaya menguatkan dimensi Kewargaan, dengan tema "Satu Bumi Berjuta Warna".

Kegiatan tersebut menampilkan kekayaan budaya dari 17 provinsi di Indonesia, mulai dari Banten, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), DKI Jakarta, Sumatera Utara, Bengkulu, Maluku, Papua, dan lainnya.

Seluruh siswa kelas 7, 8, dan 9 terlibat aktif dalam parade kebudayaan yang memadukan busana adat, tarian daerah, makanan khas, hingga pembacaan narasi budaya.

Ketua Koordinator Parade Kebudayaan, Revina Citra Prianda menjelaskan, setiap kelas mendapatkan undian satu provinsi untuk dikembangkan menjadi tema penampilan mereka.

KOMPAK: Pakaian adat Nusa Tenggara Barat yang diperagakan para siswa SMP Negeri 1 Porong dalam kegiatan Parade Kebudayaan. (ANAS RADAR SIDOARJO )
KOMPAK: Pakaian adat Nusa Tenggara Barat yang diperagakan para siswa SMP Negeri 1 Porong dalam kegiatan Parade Kebudayaan. (ANAS RADAR SIDOARJO )

“Masing-masing kelas menampilkan budaya dari provinsi yang berbeda. Ada 17 provinsi yang kami tampilkan. Anak-anak belajar tentang pakaian adat, tarian, makanan dan kebiasaan masyarakat dari daerah tersebut,” ungkapnya.

Revina menambahkan, persiapan dilakukan selama satu minggu penuh dengan pembelajaran kontekstual.

Sebelum tampil, anak-anak sudah belajar tentang budaya provinsi masing-masing selama seminggu. Mereka mempelajari sejarah, adat, dan kesenian khasnya. Jadi tidak hanya tampil, tapi juga memahami makna keberagaman Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Porong, Al Hadi, menuturkan, kegiatan ini merupakan bentuk implementasi dari pembelajaran berbasis proyek dalam Deep Learning atau Pembelajaran Mendalam, khususnya yang berkaitan dengan dimensi kewargaan global.

Muatan dalam kurikulum mengajarkan delapan dimensi pembelajaran, dan parade budaya ini kami fokuskan pada dimensi kewargaan serta kebhinekaan,” jelasnya.

Menurut Al Hadi, momen Sumpah Pemuda menjadi waktu yang tepat untuk menanamkan nilai nasionalisme dan cinta tanah air kepada siswa.

“Budaya bangsa kita sangat beragam, mulai dari suku, bahasa, hingga adat istiadat. Melalui kegiatan ini, kami ingin anak-anak mengenal lebih dalam tentang bangsanya sendiri. Bahwa kita ini merupakan bangsa yang besar dan beragam tapi bersatu, dalam bingkai NKRI,” tegasnya.

Ia berharap kegiatan semacam ini dapat meningkatkan rasa bangga terhadap identitas bangsa.

“Kami ingin menanamkan bahwa Indonesia adalah negara besar yang harus dibanggakan. Anak-anak harus punya jiwa patriotisme, nasionalisme dan rasa percaya diri sebagai generasi penerus bangsa. Mereka harus bangga memakai produk Indonesia, bangga dengan budayanya sendiri,” pungkasnya.

Parade budaya ini semakin meriah dengan busana adat yang beragam. Para siswa mengenakan baju adat penuh percaya diri. Setiap kelas menampilkan kreativitasnya masing-masing melalui tari daerah, pembacaan narasi, hingga teatrikal budaya.  (nas/dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Porong #SMPN #parade #Pembelajaran #kebudayaan