RADAR SIDOARJO - Seluruh siswa dan guru SMP Hang Tuah 6 Excellent Juanda Sidoarjo larut dalam lantunan salawat Nabi Muhammad SAW dalam peringatan Maulid Nabi yang digelar dengan tema “Berbaik Hatilah, Karena Kebaikan Memperindah Segala Sesuatu", Kamis (11/9).
Ketua panitia, Sirojuddin menjelaskan, kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh siswa muslim, tetapi juga melibatkan siswa dari berbagai agama dengan cara mereka masing-masing.
“Untuk yang beragama Islam melantunkan salawat Nabi, sementara siswa Kristen dan Katolik menyanyikan lagu rohani, dan siswa Hindu membawakan kidung-kidung ibadah sesuai tradisi agamanya,” ujar Sirojuddin ke Radar Sidoarjo.
Ia menegaskan, peringatan Maulid Nabi kali ini menjadi momen kebersamaan lintas iman di sekolah.
"Kegiatan ini kita jadikan satu. Anak-anak belajar mengenal agamanya masing-masing sejak dini, sehingga saat dewasa nanti mereka tidak lagi terpaksa beribadah, tapi memang sudah terbiasa dan memahami sejak awal,” imbuhnya.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi dengan salat dhuha, dilanjutkan kultum, pembacaan salawat, hingga sambutan. Yang tak kalah meriah, tim banjari Azzayid dari Tanggulangin ikut memeriahkan acara dengan lantunan salawat.
Meski suasana perayaan terasa hangat, pihak sekolah tetap menjaga keseimbangan antara peringatan keagamaan dan pembelajaran.
“Kami tidak memberikan jam kosong. Jadi 50 persen kegiatan, 50 persen pembelajaran. Setelah acara, anak-anak tetap melanjutkan pelajaran seperti biasa,” jelas Sirojuddin.
Ia berharap, melalui kegiatan ini, siswa muslim semakin mencintai Nabi Muhammad SAW dan memperoleh syafaatnya, sementara siswa dari agama lain juga semakin mengenal ajarannya masing-masing.
“Di sekolah ini, siswa harus konsekuen. Kalau masuk dengan agama Islam, tetap Islam. Kalau Kristen, ya tetap Kristen. Tidak boleh berpindah agama di tengah jalan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SMP Hang Tuah 6 Excellent Juanda, Ari Sutrijono, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya membentuk karakter siswa yang religius, toleran, dan berakhlak mulia sebagai bagian dari misi pendidikan di sekolah tersebut.
"Kegiatan seperti ini menjadi media pembentukan karakter yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Kami ingin siswa tidak hanya unggul dalam akademik, tapi juga dalam sikap dan perilaku,”pungkasnya.(nas/dik)
Editor : Guntur Irianto