SIDOARJO - SMA Negeri 1 Waru berhasil mencetak peserta didik berprestasi. Tahun ini, 204 siswa dan siswinya berhasil masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur undangan maupun jalur tes.
Keberhasilan yang diraih tak lepas dari peran serta dan dedikasi Kepala SMAN 1 Waru, Laila Mufida, S.Pd., M.Pd. beserta guru-guru sekolah yang telah membimbing dan mendampingi peserta didiknya.
Dari 204 peserta didik tersebut ada empat peserta yang berhasil masuk PTN favorit di Unair, ITS dan Universitas Brawijaya (UB) Malang. Yakni Fikhar Rasaqa Afzal (Unair), Haidar Ammar Amrullah (UB), Caesario Gilang Firjatullah dan Maulidina Rahma Azaliah (ITS).
Laila Mufida mengatakan, dari 386 siswa di tahun ajaran ini, sejumlah 204 siswa berhasil diterima di PTN yang tersebar di seluruh Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat maupun luar Jawa.
Seperti di Unair, ITS, Unesa, UB di Jawa Timur, UGM di Yogyakarta, maupun di Bandung Jawa Barat. Dari 204 siswa, sejumlah 87 siswa berhasil masuk ke PTN melalui jalur undangan yakni Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
"Jalur undangan itu kita peringkat empat se Kabupaten Sidoarjo. Ada satu yang dapat Golden Ticket masuk Unair, karena ketua OSIS terbaik, tidak semua di Sidoarjo dapat, hanya dua sekolah saja yang terpilih," ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan yang diraih juga tak lepas dari pendampingan bapak dan ibu guru untuk mengawal peserta didiknya memilih kampus sampai ke prodinya.
"Kami membuat analisis, mengapa anak ini bisa diterima di Prodi ini, nanti akan diimplikasi, paling tidak menjadi panduan kalau ingin mudah diterima di PTN," imbuhnya.
Selain itu, sistem pembelajaran di SMAN 1 Waru selalu dikontrol oleh pihaknya agar pembelajaran berjalan dengan baik. Peserta didik selalu diarahkan agar tak memilih prodi sesuai trend saat ini, melainkan memilih prodi sesuai dengan minat bakatnya.
"Alhamdulillah itu yang membuat anak-anak didik kami di setiap tahun selalu diterima di PTN. Kalau jalur undangan tahun 2023 hanya 69 siswa, kalau sekarang (2024, red) naik 87 siswa," imbuhnya.
Peserta didik yang diterima di PTN melalui jalur undangan di SMAN 1 Waru meningkat dari tahun sebelumnya. Tentunya ini juga pengaruh adanya program di kelas XII tentang Asesmen Bakat Minat (ABM) dan Studi Kampus.
"ABM untuk mengetahui bakat minat peserta didik, jadi semacam tes, biaya dari sekolah. Lalu ada studi kampus, peserta didik kami bawa ke kampus negeri dalam rangka memberikan gambaran dan motivasi," terangnya.
Berbicara mengenai inovasi, kepsek mempunyai inovasi baru di SMAN 1 Waru yakni akan membuat English Day dan Javanese Day di hari tertentu. Selain itu akan mengembangkan ekstrakurikuler karawitan.
"Semua percakapan akan berbahasa Inggris, meskipun awalnya belepotan jadi terbiasa. Ini anak-anak MPLS sudah mulai berbahasa Inggris dari awal masuk," paparnya.
"Harapannya SMAN 1 Waru mampu mewujudkan visi sekolahnya, mencetak pemuda pemudi generasi penerus bangsa yang Akhlakul Karimah, bisa mengamanati keluarganya, bapak ibu gurunya, bangsa dan negara," tandasnya.
Sementara itu, salah satu siswa, Fikhar Rasaqa Afzal mengatakan, ia berhasil diterima di Unair jurusan Rekayasa Nanoteknologi berkat mendapatkan Golden Ticket karena menjadi OSIS terbaik.
"Karena minat bakat saya sesuai jurusan dan tentunya dukungan support penuh kepala sekolah dan para guru, sama seperti keluarga sendiri," imbuhnya.
Disisi lain, Caesario Gilang Firjatullah mengatakan, ia berhasil diterima di ITS jurusan Matematika melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Bahkan, ia pernah menjuarai lomba matematika di Kabupaten Sidoarjo.
"Pemilihan jurusan sesuai dengan minat dan bakat karena saya suka berhitung. Saya selalu berkonsultasi dengan guru dan orang tua saya," tandasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista