Yang menarik, para siswa ini mencapai prestasi luar biasa dalam menghafal Alquran, khususnya dalam hafal tahfidz juz 30. Tidak hanya memenuhi target yang ditetapkan, namun ada empat siswa yang mencapai prestasi yang lebih tinggi. ''Bahkan, ada yang berhasil menghafal sampai enam juz, dari juz 30 hingga juz 5,'' kata Kepala MINU KH Mukmin Anis Farida.
Sebagai bentuk apresiasi dari sekolah, para siswa diberi mahkota yang kemudian diserahkan oleh orang tua mereka. Anis menyebutkan, sebagian besar dari mereka juga telah diterima di pondok pesantren.
MINU KH Mukmin menjadi madrasah yang menjadi percontohan untuk implementasi kurikulum merdeka. Saat ini, kegiatan sekolah ini diminta untuk berbagi pengalaman secara nasional mengenai bagaimana implementasi kurikulum merdeka dilakukan.
Target ke depan MINU KH Mukmin akan terus memaksimalkan peran sebagai madrasah literasi dengan mempublikasikan karya-karya anak-anak. ''Termasuk dalam pengembangan literasi digital sekaligus pengembangan karakter siswa,'' ujarnya.
Dr. Tirto Adi,M.Pd Ketua BP3MNU MINU KH Mukmin, menyatakan, keberhasilan siswa merupakan keberhasilan bersama. Karena ada peran orang tua, guru, dan kepala sekolah di dalamnya. Daya juang siswa juga luar biasa.
Dia berpesan kepada siswa untuk terus berjuang. Karena ini adalah awal dari perjuangan untuk mewujudkan cita-cita. ''Prestasi yang diraih hari ini akan menjadi bekal untuk meraih prestasi yang lebih besar di masa depan,'' pungkasnya. (nis/vga) Editor : Vega Dwi Arista