RADAR SIDOARJO - Kawasan Pasar Krian, Sidoarjo, sempat mencekam. Puluhan remaja yang diduga anggota gangster berbuat rusuh dengan melempari warga menggunakan batu, Minggu (5/10) dini hari.
Aksi brutal itu membuat warga panik dan ketakutan. Namun, situasi bertambah panas saat tiga remaja yang melintas di Jalan Raya Wonoayu dikira sebagai bagian dari kelompok tersebut dan diamankan warga.
Video amatir warga yang merekam insiden itu pun viral di media sosial. Dalam video berdurasi sekitar beberapa detik tersebut terlihat tiga remaja diamankan warga. Mereka disebut-sebut berasal dari rombongan gangster yang sempat berbuat onar di kawasan Pasar Krian sebelum melarikan diri ke arah Wonoayu.
Menurut keterangan warga sekitar, Edi, ketiga remaja itu semula melintas menggunakan satu sepeda motor berboncengan tiga. Warga yang sedang waspada langsung curiga dan menghadang mereka.
“Kebetulan tiga pemuda itu lewat sini, warga langsung mengira mereka bagian dari gangster yang sebelumnya berulah di Krian," terangnya.
Menurutnya, tiga remaja itu berboncengan naik motor, jadi warga langsung menghentikannya. Warga yang resah sempat mengamankan ketiganya dan menyerahkannya ke pihak kepolisian.
Tak lama berselang, aparat dari Polsek Wonoayu tiba di lokasi untuk menenangkan warga sekaligus memeriksa ketiga remaja tersebut.
Kapolsek Wonoayu AKP Sugeng Tri Haryanto membenarkan adanya kejadian itu. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, polisi tidak menemukan bukti keterlibatan mereka dalam aksi gangster.
“Memang benar sempat diamankan oleh anggota. Tapi setelah kami periksa, tidak ada bukti pidana. Jadi kami pastikan mereka bukan gangster,” tegas AKP Sugeng, Senin (6/10).
Menurut Sugeng, tiga remaja tersebut justru menjadi korban kecelakaan akibat panik saat dikejar warga. Mereka terjatuh dari motor ketika mencoba menghindari massa yang salah sangka.
"Ketiganya ternyata warga Surabaya. Mereka panik saat diminta berhenti, hingga akhirnya motor yang dikendarai terjatuh. Setelah kami obati di puskesmas, semuanya kami pulangkan,” jelasnya.
Sementara itu, kelompok remaja yang benar-benar berulah di kawasan Pasar Krian masih dalam penyelidikan. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista