Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Kunjungi Polresta Sidoarjo, Kakorlantas Polri Targetkan 1.000 Kamera ETLE di Jatim pada 2026 

Diky Putra Sansiri • Selasa, 21 Oktober 2025 | 03:02 WIB
PERKEMBANGAN : Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menunjukkan jenis-jenis ETLE di Polresta Sidoarjo, Senin (20/10). Ia targetkan 1.000 ETLE di Jatim. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
PERKEMBANGAN : Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menunjukkan jenis-jenis ETLE di Polresta Sidoarjo, Senin (20/10). Ia targetkan 1.000 ETLE di Jatim. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Revolusi penegakan hukum lalu lintas di Jawa Timur (Jatim) terus digenjot. Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan, pihaknya menargetkan penambahan 1.000 kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di wilayah Jatim pada tahun 2026. Hal itu disampaikan saat melakukan kunjungan ke Polresta Sidoarjo, Senin (20/10) sore.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya digitalisasi penegakan hukum lalu lintas, di mana 95 persen pelanggaran akan ditindak melalui sistem ETLE, sementara tilang manual hanya diberlakukan lima persen.

“Saya minta tahun 2026 nanti di Jawa Timur sudah ada 1.000 kamera ETLE. Saat ini baru ada 216 kamera. Jadi nanti penegakan hukum melalui revitalisasi digital akan kita prioritaskan,” ujarnya.

Menurutnya, kinerja ETLE di Jawa Timur sejauh ini menunjukkan hasil positif. Berdasarkan data yang dihimpun, sepanjang tahun 2025 tercatat kenaikan 307 persen pada data tercapture, 228 persen tervalidasi, dan 138 persen terkonfirmasi serta dibayar.

"Artinya kinerja ETLE di Jatim sudah cukup bagus. Tapi masih kurang, karena kamera yang ada baru 216 unit. Maka itu, kami dorong agar jumlahnya mencapai 1.000 kamera di tahun depan,” tegasnya.

Irjen Pol Agus menjelaskan, peningkatan jumlah kamera ETLE akan memperluas jangkauan penegakan hukum berbasis digital, sekaligus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

“Kami tidak bangga melakukan penindakan hukum. Kami justru berharap masyarakat takut melanggar karena disiplin dengan dirinya sendiri. Semua ini demi keselamatan bersama,” ucapnya.

Lebih lanjut, Kakorlantas Polri menyebutkan bahwa sistem ETLE kini telah terintegrasi secara digital, mulai dari rekap evidence, validasi, pengiriman notifikasi, hingga pembayaran denda. Notifikasi pelanggaran pun dikirim otomatis melalui WhatsApp chatbot, dokumen digital, maupun surat manual, tergantung kondisi teknis di lapangan.

“Kalau gambarnya tidak jelas atau alamatnya tidak lengkap, nanti akan kami evaluasi. Tapi sistem kerja ETLE sudah berjalan baik, tercapture, tervalidasi, terkirim, dan berbayar,” jelasnya.

Selain penegakan hukum, lanjut Agus, Korlantas juga menyiapkan pendekatan edukatif dan humanis melalui surat teguran serta sosialisasi keselamatan berkendara.

“Kami tidak mengutamakan penegakan hukum, tetapi mengharapkan masyarakat disiplin dengan pribadinya. Semua ini untuk keselamatan,” tandasnya.

Ia menambahkan, saat ini terdapat empat jenis ETLE yang digunakan di Indonesia, yakni ETLE statis, ETLE mobile (handheld), ETLE mobile on board, dan ETLE portable.

Ia juga menegaskan, dengan peningkatan jumlah kamera dan sistem digital yang semakin canggih, diharapkan angka kecelakaan dapat ditekan.

“Angka kecelakaan di Indonesia masih tinggi, termasuk di Jatim yang masuk tiga besar nasional. Tahun 2024 ada 150 ribu kecelakaan dan hampir 26 ribu orang meninggal dunia. Dengan revitalisasi ETLE, kami ingin masyarakat tertib tanpa harus ditilang,” pungkasnya. (dik/gun)

Editor : Guntur Irianto
#Berita Sidoarjo Hari Ini #Penindakan #Lalu Lintas #polda jatim #Program #Baru #Kamera #kakorlantas #Satlantas #Polri #korlantas #Mabes #pelanggar #pemasangan #electronic traffic law enforcement (ETLE) #ETLE #Jawa Timur #Berita Sidoarjo terbaru #Polresta Sidoarjo #Kriminal Sidoarjo Hari Ini #kapan #Pasang #Jatim #1.000 cctv