SIDOARJO - Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Desa Kebonagung, Dusun Saimbang, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, Rabu (26/2) malam. Pengendara motor bernama Silvi Saptartini, 48, tewas usai adu banteng dengan sesama pengendara motor.
Informasi yang diterima, sebelum adu banteng, motor yang dikendarai warga Baruk Utara, Kelurahan Kedung Baruk, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya, itu, diduga terperosok di jalan yang berlubang. Korban terlibat kecelakaan di depan toko mebel, Desa Kebonagung, Sukodono, Sidoarjo.
"Posisi lokasi pas saya lihat sudah ramai orang, korban tergeletak banyak darahnya gitu," ujar warga setempat, Ardiansyah.
Korban merupakan seorang perempuan yang mengendarai motor Suzuki Spin warna hitam bernomor polisi W 5352 BN. Warga tidak ada yang berani menolong korban karena kondisinya cukup parah, warga menunggu ambulans datang.
Awalnya Suzuki Spin bernomor polisi W 5352 BN yang dikendarai oleh korban melaju dari arah timur ke barat. Setibanya di TKP, motor tersebut terperosok ke dalam jalan yang berlubang.
Akibat tak dapat mengendalikan kendaraannya, motor korban pun oleng dan korban terjatuh ke kanan. Sementara itu, dari arah berlawanan melaju Honda Tiger bernomor polisi AG 2508 VAM dikendarai oleh Estu Aprilianto, 21, warga Dusun Bogem, Kebon Agung, Sukodono.
Tabrakan maut tak bisa terhindarkan. Honda Spin dan Honda Tiger adu banteng. Dengan respon cepat, petugas kepolisian bergegas menuju ke lokasi untuk melakukan, olah TKP, memeriksa sejumlah saksi dan mengevakuasi korban ke rumah sakit.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Sukodono AKP Saadun membenarkan adanya kecelakaan maut yang menyebabkan pengendara motor meninggal dunia di Jalan Raya Kebon Agung, Sukodono, Sidoarjo.
Menurut Saadun, korban pengendara motor Suzuki Spin meninggal dunia saat mendapatkan perawatan di rumah sakit, akibat luka yang diderita cukup parah. Dua kendaraan ringsek dalam kecelakaan maut itu.
"Perkara kecelakaan (di Jalan Desa Kebonagung, Sukodono, Sidoarjo) ini dilimpahkan ke Unit Gakkum Satlantas Polresta Sidoarjo untuk penyelidikan lebih lanjut," tandasnya. (dik/gun)
Editor : Guntur Irianto