SIDOARJO - Seorang pria pengangguran, Firmansya Ega Ariski, 29, yang nekat menusuk ayah kandungnya sendiri di RT 4/RW 1, Dusun Prumpon, Desa Suruh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, diduga mengalami depresi.
Akibat peristiwa tragis itu, sang ayah, Sugeng Haryono, 56, harus menerima perawatan medis dengan 12 jahitan di antaranya di bagian leher belakang. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 13.30 di depan rumahnya di Desa Suruh, Sukodono, Sidoarjo.
Informasi yang dihimpun menyebut, korban tinggal bersama dengan anak kandungnya di desa setempat. Saat aksi penusukan itu diketahui oleh tetangga, korban sudah dalam kondisi penuh luka tusuk dan berlumuran darah.
"Informasi sementara, pelaku diduga mengalami depresi," ujar Kapolsek Sukodono, AKP Sa'adun, Jumat (14/2) ke Radar Sidoarjo.
Oleh karenanya, saat ini pelaku sudah dibawa ke Psikater Rumah Sakit Pusdik Bhayangkara Porong untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. "Pagi ini sudah dibawa ke Psikiater Rumah Sakit Bhayangkara," tegasnya.
Lebih lanjut, masih kata Sa'adun, selama ini korban kerap menghabiskan waktunya di rumah. Untuk itu, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait motif dari penganiayaan di Desa Suruh, Sukodono, Sidoarjo tersebut. "Masih kita dalami," tutupnya.
Sekadar diberitakan sebelumnya, seorang anak tega menusuk ayah kandungnya menggunakan pisau dapur di Desa Suruh, Sukodono, Kamis (13/2) siang. Korban mengalami luka serius usai ditusuk, korban harus mendapat 12 jahitan akibat luka tersebut. (dik/gun)
Editor : Guntur Irianto