SIDOARJO - Belasan pemuda yang berhasil diamankan oleh anggota Polresta Sidoarjo di wilayah Desa Bohar, Kecamatan Taman telah dipulangkan. Pasalnya, mereka tidak terbukti melakukan pelanggaran.
Namun, sebelumnya warga memergoki belasan pemuda yang diduga dari kelompok pesilat itu mengejar korbannya sambil mengacungkan senjata tajam (sajam) jenis celurit.
Akan tetapi, saat berhasil diringkus polisi, para pemuda tersebut sudah tidak membawa sajam. Diperkirakan celurit itu dibuang sebelum diamankan polisi.
Saat dikonfirmasi Kamis (30/5), Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Agus Sobarnapraja mengatakan, belasan pemuda berhasil diamankan di wilayah Bohar lalu mereka digiring ke Polresta Sidoarjo untuk dilakukan pemeriksaan.
Selanjutnya, mereka telah dilakukan pemeriksaan secara intens. Hasil dari pemeriksaan, mereka tidak terbukti melakukan pelanggaran.
"Setelah dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan, belasan pemuda tersebut dipulangkan. Karena tidak terbukti membawa sajam dan tidak ada pelaporan dari masyarakat yang dirugikan," tandasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, warga Desa Bohar, Kecamatan Taman resah. Pasalnya, warga memergoki aksi kawanan pemuda mengacungkan celurit sedang mengejar korbannya melintasi jalan desa. Peristiwa itu terjadi pada, Minggu (26/5).
Usut punya usut, aksi tersebut ditengarai karena saling adu mulut antara kelompok perguruan silat dengan kelompok balap liar di Desa Sukolegok, Sukodono. Mereka terlibat kejar-kejaran hingga masuk ke Desa Bohar. Lalu, polisi berhasil mengamankan 15 pemuda yang meresahkan tersebut. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista