SIDOARJO - Penghuni kos di Jalan Brigjen Katamso I A, Gang Satria RT 17/RW 3, Desa Kedungrejo, Kecamatan Waru jadi sasaran maling. HP dan uang tunai miliknya digondol maling di kamar kosnya.
HP dan sejumlah uang tunai itu tiba-tiba hilang saat ditinggal tidur. Maling merangsek masuk ke dalam kamar kos korban.
Saat dikonfirmasi pada Kamis (25/1), pemilik kos, Siti Chotimah membenarkan adanya maling yang menyatroni kos-kosan miliknya.
"Saya yang pasti tidak tahu, tapi ini laporan dari anak kos dan melihat dari bukti video CCTV," ujarnya.
Awal mulanya dia mendapat laporan dari korban. Dia menceritakan bahwa dirinya mengalami kemalingan pada Rabu (24/1).
"Korban cerita bahwa HP dan sejumlah uang tunai miliknya hilang dicuri," imbuhnya.
Saat itu, korban sedang tertidur pulas, dikarenakan pada malam harinya korban bekerja sebagai penjaga warung. Saking capeknya, korban tertidur pulas dan tidak menyadari.
"Waktu kejadian suaminya lagi keluar, istrinya kebetulan di rumah. Baru sekitar dua Minggu ngekos," ungkapnya.
Kemudian, posisi HP miliknya ditaruh di sebelah bantal. Namun, pintu kamar tidak dikunci. Nekatnya, maling berhasil merengsek masuk dan mengambil HP miliknya.
Untuk memastikan kejadian tersebut, pemilik kos melihat dari CCTV yang menyorot TKP. Ternyata benar, terdapat dua orang maling yang sedang beraksi.
Informasi yang berhasil dihimpun dari tetangga sekitar kos, bahwa maling berjumlah dua orang. Salah satu pelaku mengawasi keadaan sekitar dan menunggu di atas sepeda motor Honda Vario.
Diketahui saat melancarkan aksinya, terlihat pelaku mengenakan baju berwarna hijau, bercelana panjang dan sambil membawa plastik es.
Wajah pelaku terlihat jelas di CCTV. Saat dirasa aman, pelaku langsung menyelinap masuk di kamar kos korban sekitar pukul 12.22.
Beberapa hari sebelumnya, motor dari teman korban hampir saja digondol maling. Tapi saat akan membawanya kabur, motor ditinggalkan di depan jalan.
Atas kejadian tersebut korban sudah melaporkan ke Polsek Waru untuk ditindaklanjuti. Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Waru AKP Ahmad Yani saat dikonfirmasi belum memberikan jawaban. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista