Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Dinkes Sidoarjo: Kelompok LSL Miliki Risiko Tertinggi Penularan HIV/AIDS

Diky Putra Sansiri • Rabu, 10 Juni 2026 | 14:51 WIB
Ilustrasi pemeriksaan pasien HIV/AIDS. (AI/RADAR SIDOARJO)
Ilustrasi pemeriksaan pasien HIV/AIDS. (AI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo yang mencapai 7.129 kasus per April 2026 menjadi perhatian serius. Kondisi tersebut mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo untuk terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai faktor risiko dan cara penularan HIV.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr Hinu Tri Sulistijorini Ririn, mengungkapkan bahwa kelompok dengan risiko tertinggi tertular HIV saat ini adalah LSL (Laki Seks dengan Laki-laki).

Baca Juga: Komisi D DPRD Sidoarjo Dorong Pemda Segera Susun Rencana Aksi Daerah Soal Penanggulangan Kasus HIV/AIDS

“Kelompok risiko tertinggi dari HIV/AIDS adalah LSL atau laki-laki yang melakukan hubungan seksual dengan laki-laki. Perlu dipahami, LSL adalah istilah perilaku seksual, bukan identitas atau orientasi seseorang,” ujarnya.

Menurut Hinu, kasus HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo saat ini juga lebih banyak ditemukan pada laki-laki dibanding perempuan. Kondisi tersebut menjadi salah satu fokus dalam upaya pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS.

“Kasus yang paling banyak terjadi saat ini adalah pada laki-laki,” katanya.

Baca Juga: Kasus HIV/AIDS di Sidoarjo Tembus 7.129 Orang, Ini Wilayah Penyumbang Terbesar

Terkait meningkatnya jumlah kasus dalam setahun terakhir, Hinu menjelaskan terdapat sejumlah faktor yang berkontribusi terhadap penularan HIV. Salah satunya adalah perilaku seksual berisiko, seperti berganti-ganti pasangan seksual dan melakukan hubungan seksual tanpa perlindungan yang memadai.

Selain itu, penularan HIV juga dapat terjadi melalui paparan darah yang terinfeksi, termasuk penggunaan jarum suntik secara bergantian.

Baca Juga: Dinkes Sidoarjo Data 1.546 ODHA, Masifkan Tes HIV/Aids

“Penularan HIV terjadi melalui tiga media utama, yaitu darah, cairan sperma, dan cairan vagina,” jelasnya.

Hinu menegaskan, pemahaman masyarakat mengenai mekanisme penularan HIV masih perlu terus ditingkatkan. Pasalnya, masih banyak informasi keliru yang berkembang dan memunculkan stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHIV).

Baca Juga: Lapas Sidoarjo Pantau Warga Binaan yang Terinfeksi HIV/AIDS

Ia menekankan bahwa HIV tidak menular melalui interaksi sosial sehari-hari seperti berjabat tangan, berpelukan, menggunakan peralatan makan bersama, maupun berada dalam satu lingkungan kerja atau sekolah.

“Perlu dipahami bahwa HIV hanya menular melalui darah, cairan sperma, dan cairan vagina. Bersentuhan, berjabat tangan, atau makan bersama tidak akan menularkan HIV,” tegasnya.

Dinkes Sidoarjo berharap masyarakat semakin memahami faktor risiko dan cara penularan HIV sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan secara lebih efektif. Selain menerapkan perilaku hidup sehat, masyarakat juga diimbau tidak ragu melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala apabila merasa memiliki faktor risiko.

Deteksi dini dan kepatuhan menjalani pengobatan menjadi langkah penting untuk menekan penyebaran HIV/AIDS sekaligus meningkatkan kualitas hidup orang yang hidup dengan HIV di Kabupaten Sidoarjo. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#aids #Dinkes #Penularan #Laki-Laki #hiv