RADAR SIDOARJO - Warga pesisir di Dusun Gisik Kidul, Desa Tambak Cemandi, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, resah.
Tak hanya ratusan tambak yang jebol diterjang banjir rob, sekitar 300 Kepala Keluarga (KK) juga harus hidup berdampingan dengan genangan air laut yang masuk hingga ke pemukiman warga, Rabu (20/5).
Baca Juga: DPRD Tuban Studi Tiru Pengendalian Banjir di Sidoarjo
Wilayah paling terdampak berada di RT 1 hingga RT 4 Dusun Gisik Kidul. Banjir rob yang datang hampir setiap tahun itu disebut semakin parah sejak 2018 dan hingga kini belum menemukan solusi penanganan yang benar-benar efektif.
Ketua LPMD Desa Tambak Cemandi Tohir mengatakan, ratusan rumah warga terdampak akibat luapan air laut yang masuk ke kawasan permukiman.
Baca Juga: Cegah Banjir di Terminal Purabaya Sidoarjo, Sungai Buntung Dinormalisasi
“Insyaallah ada 300 KK yang terdampak. Itu di wilayah Gisik Kidul, mulai RT 1 sampai RT 4,” ujarnya.
Menurut Tohir, kondisi banjir rob tahun ini kembali membuat warga kesulitan beraktivitas. Meski akses jalan kampung masih bisa dilalui kendaraan, warga membatasi orang luar masuk demi keselamatan.
Baca Juga: 207 Tambak di Tambak Cemandi Sidoarjo Jebol Diterjang Rob
Ia menjelaskan, banjir rob di kawasan tersebut terjadi rutin setiap tahun, terutama saat puncak pasang laut pada Mei dan Juni. Sedangkan pada November dan Desember, banjir juga masih terjadi meski lebih sering datang pada malam hari.
“Setiap bulan lima sama enam itu puncaknya banjir rob. Dalam satu tahun bisa empat kali banjir, Mei, Juni, November, dan Desember,” katanya.
Baca Juga: Banjir Bringinbendo Taman Sidoarjo Tak Kunjung Surut, Omzet UMKM Anjlok
Tohir menuturkan, genangan terjadi akibat pasang air laut setinggi tiga hingga empat meter yang membuat air meluap ke daratan sekaligus menghambat aliran air menuju laut.
Banjir rob mulai naik sejak Sabtu (16/5) sekitar pukul 09.00. Ketinggian air rata-rata mencapai 15 hingga 20 sentimeter. Bahkan, di sejumlah titik genangan mencapai setinggi lutut orang dewasa.
Karena itu, warga berharap Pemerintah Kabupaten Sidoarjo segera turun tangan memberikan solusi konkret untuk menyelamatkan kawasan pesisir tersebut. Salah satu usulan utama warga adalah peninggian akses jalan kampung dan penguatan tanggul penahan air laut.
“Harapan kami warga Gisik Kidul mohon dibantu masalah jalan, coba ditinggikan. Barangkali itu bisa menanggulangi banjir,” ungkapnya.
Keluhan serupa disampaikan warga RT 03/RW 01 Dusun Gisik Kidul, Mulyadi. Ia mengatakan banjir rob sangat merugikan petani tambak karena hasil budidaya banyak yang rusak hingga hanyut terbawa arus laut.
“Sangat merugikan petani tambak. Banyak hasil tambak rusak dan hanyut,” katanya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista