Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

BPJS Kesehatan Sidoarjo Tekankan Prinsip Gotong Royong Demi Keberlangsungan Program JKN

Vega Dwi Arista • Selasa, 12 Mei 2026 | 16:55 WIB
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo, Munaqib
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo, Munaqib

RADAR SIDOARJO – Prinsip gotong royong dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dinilai menjadi hal penting yang perlu dipahami seluruh peserta. Melalui prinsip tersebut, masyarakat diajak menyadari pentingnya saling membantu demi keberlangsungan program jaminan kesehatan nasional.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo, Munaqib, mengatakan semangat gotong royong harus menjadi pondasi bersama dalam menyukseskan Program JKN.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Sidoarjo Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Kolektabilitas Iuran JKN

“Kita ilustrasikan pada pasien yang harus menjalani operasi caesar dengan biaya sekitar Rp8 juta. Beban biaya itu akan terasa ringan karena ditopang iuran dari peserta lain yang sehat dan rutin membayar iuran setiap bulan,” ujarnya saat sosialisasi bersama Persatuan Dharma Wanita Persatuan (DPW) Inspektorat Jawa Timur di Sidoarjo, Jumat (8/5).

Selain menjelaskan prinsip gotong royong, Munaqib juga menyampaikan informasi terkait kepesertaan anak peserta Pekerja Penerima Upah Penyelenggara Negara (PPU PN) yang telah berusia di atas 21 tahun namun masih menempuh pendidikan kuliah.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN Tetap Optimal Selama Libur Lebaran 2026

Menurutnya, status kepesertaan anak masih bisa diaktifkan hingga usia maksimal 25 tahun dengan melampirkan surat keterangan aktif kuliah dari kampus.

“Bagi peserta yang memiliki anak usia di atas 21 tahun dan masih kuliah, status kepesertaannya bisa diaktifkan kembali sampai usia maksimal 25 tahun. Syaratnya melaporkan ke BPJS Kesehatan setiap tahun dengan melampirkan surat keterangan masih kuliah serta sudah masuk dalam tunjangan orang tua,” jelasnya.

Baca Juga: Posko Mudik BPJS Kesehatan di Terminal Purabaya Sidoarjo Beri Banyak Manfaat bagi Pemudik

Sementara itu, untuk anak yang telah berusia lebih dari 25 tahun, kepesertaannya dapat dialihkan menjadi peserta mandiri.

Munaqib menambahkan, berbagai layanan administrasi kepesertaan kini dapat diakses lebih mudah melalui Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) di nomor 08118165165. Selain itu, peserta juga dapat menghubungi bagian terkait di unit kerja masing-masing yang menangani kepesertaan BPJS Kesehatan.

Baca Juga: Koordinasi dan Komunikasi Berjalan Baik, Anggota DPR RI Apresiasi BPJS Kesehatan Sidoarjo

“Kami selalu mengimbau peserta PPU yang memiliki anak di atas 21 tahun dan masih kuliah agar segera melapor supaya status kepesertaannya tetap aktif. Dengan begitu, ketika membutuhkan pelayanan kesehatan, tetap bisa dijamin BPJS Kesehatan sesuai indikasi medis,” tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua DPW Inspektorat Jawa Timur, Iis Hendro Gunawan, mengaku terbantu dengan adanya sosialisasi tersebut karena informasi disampaikan langsung oleh BPJS Kesehatan.

“Kami berterima kasih kepada BPJS Kesehatan yang sudah memberikan banyak informasi terkait Program JKN. Kebetulan saya juga pernah mengurus perubahan kepesertaan anak yang usianya sudah lebih dari 25 tahun menjadi peserta mandiri, dan prosesnya sangat cepat,” ujarnya.

Iis juga mengapresiasi berbagai inovasi layanan yang disediakan BPJS Kesehatan dan mengajak masyarakat memanfaatkan kanal layanan yang tersedia sesuai kebutuhan.

“Ayo manfaatkan kanal layanan yang sudah tersedia. Selain mudah, layanan juga bisa diakses kapan saja dan di mana saja,” pungkasnya. (vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Program #jkn #BPJS #gotong royong #Kesehatan