RADAR SIDOARJO - Polemik akses jalan menuju pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Ngingas, Kecamatan Waru, mulai menemukan titik terang.
Setelah sempat terkendala tembok pembatas Perumahan Deltasari, pihak pengembang menyatakan kesiapan membuka akses jalan menuju lokasi pembangunan koperasi program pemerintah pusat tersebut.
Kesepakatan awal itu mengemuka dalam rapat koordinasi pembangunan KDKMP Desa Ngingas di Opsroom Setda Kabupaten Sidoarjo, Senin (11/5). Pertemuan tersebut dipimpin langsung Bupati Sidoarjo Subandi dan dihadiri jajaran Forkopimda, OPD, Pemerintah Kecamatan Waru, Pemerintah Desa Ngingas, hingga pihak pengembang Perumahan Deltasari.
Komandan Kodim 0816 Sidoarjo Letkol Czi Shobirin Setio Utomo menjelaskan, pembangunan KDKMP di Desa Ngingas saat ini terus berjalan dengan progres mencapai 6,65 persen. Namun, persoalan akses jalan masih menjadi kendala utama.
Baca Juga: Koperasi Merah Putih Desa Tawangsari Taman sidoarjo Rampung 100 Persen
“Memang ada hal yang perlu kita diskusikan bersama, di antaranya akses jalan menuju KDKMP. Kalau akses ini tidak selesai, tentu akan menyulitkan mobilitas menuju lokasi,” ujarnya.
Shobirin menambahkan, proyek KDKMP di Sidoarjo mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Lokasi tersebut bahkan sudah beberapa kali dikunjungi kementerian hingga Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
“KDKMP di Sidoarjo ini sudah empat kali didatangi kementerian, baik dari Kemendes, Kemendagri, hingga terakhir BPKP. Mereka mengapresiasi langkah yang dilakukan Sidoarjo karena berbeda dengan daerah lain,” ungkapnya.
Camat Waru Ahmad Farkhan Jazuli berharap Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dapat membantu percepatan penyelesaian akses jalan agar pengembangan ekonomi masyarakat Desa Ngingas bisa berjalan optimal.
“Harapan kami, hambatan akses menuju KDKMP ini bisa segera dibantu penyelesaiannya. Yang terpenting manfaatnya nanti kembali ke masyarakat untuk peningkatan ekonomi desa,” katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Ngingas Sami’an. Ia menjelaskan, lokasi pembangunan KDKMP berada di area perbatasan dengan Perumahan Deltasari sehingga membutuhkan jalan tembus untuk menunjang aktivitas masyarakat.
“Kami sangat membutuhkan akses jalan. Kalau jalan tembus itu bisa dibuka, insyaallah manfaatnya juga dirasakan warga perumahan karena di sana nantinya ada sarana olahraga,” ujarnya.
Sami’an menuturkan, selama proses pembangunan, akses sementara masih menggunakan jalur menuju area makam dengan tambahan jembatan yang telah dibangun pemerintah desa.
“Selama ini aksesnya lewat jalur makam, dan sudah kami buatkan jembatan. Kalau jalan tembus di sisi selatan sungai bisa diwujudkan dengan membuka tembok itu, maka akses keluar masuk akan jauh lebih mudah,” jelasnya.
Gayung pun bersambut. Pihak pengembang Perumahan Deltasari melalui manajemen pengembangan, Suryandanu, menyatakan pada prinsipnya mendukung pembangunan KDKMP tersebut.
“Secara prinsip kami dari Perumahan Deltasari mendukung kegiatan ini. Secara teknis nanti akan kami bahas langsung di lapangan terkait titik akses jalan menuju lokasi,” katanya.
Sementara itu, perwakilan Dinas Perumahan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim CKTR) Kabupaten Sidoarjo menyebut akses yang direncanakan berada di sisi Perumahan Deltasari Baru yang berbatasan langsung dengan Desa Ngingas.
“PSU Perumahan Deltasari Baru ini belum diajukan penyerahannya, artinya kewenangan masih di pihak pengembang. Nanti desa dan pengembang bisa berkoordinasi sekaligus melakukan sosialisasi kepada warga,” terangnya.
Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan pembangunan KDKMP merupakan program prioritas Presiden yang harus didukung seluruh pihak. Ia meminta seluruh elemen duduk bersama agar persoalan akses jalan segera tuntas.
“Yang penting KDKMP ini bisa berjalan. Saya kira tidak ada masalah, tinggal komunikasi antara desa dan Deltasari supaya semuanya tetap aman,” ujar Subandi.
Ia juga melihat potensi besar kawasan tersebut jika akses jalan berhasil dibuka dan terkoneksi dengan jalur lain di kawasan Deltasari.
“Ngingas ini daerah yang strategis. Kalau akses ini nanti dibuka dan disambung sampai timur, bisa menjadi jalan kembar dan kawasan ini akan berkembang,” katanya.
Subandi juga meminta Dinas PU membantu penataan infrastruktur pendukung, seperti pemlengsengan dan pavingisasi jalan, agar akses menuju KDKMP semakin representatif.
“Tolong dibantu supaya program KDKMP segera terlaksana. Kalau jalannya dibuka lebih luas, aktivitas ekonomi juga akan hidup karena masyarakat bisa melihat langsung lokasi KDKMP,” pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista