RADAR SIDOARJO - Keterbatasan fisik tidak menyurutkan langkah Muji Astutik untuk memenuhi panggilan ke Tanah Suci. Meski harus menggunakan kursi roda akibat stroke yang dideritanya sejak 2021, perempuan 53 tahun asal Desa Lemujut, Kecamatan Krembung, itu tampak bahagia saat bersiap berangkat dari Pendapa Delta Wibawa, Sidoarjo, Selasa (5/5).
Muji tercatat sebagai Calon Jemaah Haji (CJH) yang tergabung dalam kloter 55 asal Sidoarjo. Ia didampingi sang suami, Hugeng Muhammad Masluh, 56, yang setia mendorong kursi rodanya.
Di tengah kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih, Muji tetap menunjukkan tekad kuat untuk menunaikan ibadah haji. Baginya, kesempatan berangkat ke Tanah Suci merupakan panggilan yang telah lama dinantikan.
Perjalanan menuju Baitullah pun bukan sesuatu yang singkat. Muji harus menunggu selama 14 tahun sejak pertama kali mendaftarkan diri pada 2012. Selama itu, ia bersama keluarga menabung sedikit demi sedikit dari hasil kerja keras untuk mewujudkan rukun Islam kelima tersebut.
“Ini kan panggilan, Pak. Saya sudah menunggu sejak daftar tahun 2012,” ungkap Muji kepada Radar Sidoarjo.
Ibu rumah tangga itu menceritakan, kondisi kesehatannya menurun setelah terserang stroke pada 2021. Kini ia sudah mulai dapat berjalan perlahan, meski masih tertatih-tatih. Namun, untuk mobilitas di tengah kerumunan jemaah, ia tetap membutuhkan kursi roda.
Baca Juga: Ketua PBNU Yahya Staquf Puji Layanan Klinik Haji di RSI Siti Hajar Sidoarjo
“Stroke sejak 2021. Alhamdulillah sekarang sudah bisa berjalan walaupun tertatih-tatih. Sudah bisa jalan, tapi memang tidak secepat orang normal,” tuturnya.
Muji mengaku keberangkatan tahun ini tidak ingin lagi ditunda. Meski kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih, ia tetap mantap berangkat dengan harapan mendapat kesehatan dan kelancaran selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Baca Juga: Kuota Haji Sidoarjo 2026 Naik Paling Banyak di Jawa Timur
“Sudah 14 tahun menunggu, akhirnya sekarang mendapat panggilan. Mau tidak mau saya harus berangkat, walaupun dengan kondisi seperti ini. Insya Allah semoga di sana diberi kesembuhan oleh Allah,” katanya.
Sementara itu, Hugeng, yang merupakan pensiunan buruh pabrik gula, tampak sigap mendampingi sang istri. Sejak berada di Pendapa Delta Wibawa, ia terus memastikan kebutuhan dan kenyamanan Muji selama proses pemberangkatan. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista