RADAR SIDOARJO - Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi pemuda yang naik ke atas menara telekomunikasi atau Base Transceiver Station (BTS) di Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (22/04) malam.
Sebelumnya, pemuda atas nama Andika Resta, 25, asal Sleman dilaporkan naik ke atas tower setinggi kurang lebih 20 meter pada sore harinya.
Baca Juga: Pelajar SMA Asal Wage Taman Sidoarjo yang Gantung Diri Diduga Depresi Masalah Keluarga
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Surabaya Didit Arie Ristandy mengatakan bahwa proses evakuasi berlangsung sekitar 2 jam.
Setelah mendapatkan laporan dari Polsek Sedati, Kantor SAR Surabaya langsung mengerahkan satu tim dengan peralatan vertical rescue.
"Awalnya satu rescuer naik terlebih dahulu dengan membawa tali dan melakukan komunikasi dengan survivor (Andika, red)," ujar Didit.
Didit menambahkan awalnya saat dilakukan komunikasi dengan survivor, tidak ada respon.
Baca Juga: Lempari Batu Pengguna Jalan di Buduran Sidoarjo, Pelaku yang Diduga Depresi Dihajar Warga
"Namun ia mulai kooperatif saat tim mulai memasangkan tali pengaman di tubuhnya," imbuh Didit.
Selanjutnya 1 rescuer dari Kantor SAR Surabaya dan 2 personel Damkar BPBD Sidoarjo naik untuk mulai membuat sistem lowering.
Baca Juga: Korban Laka Lantas di Tol Sumo Diduga Depresi
"Hal ini dilakukan untuk evakuasi korban dengan cara diturunkan menggunakan tali secara vertical," ujar Didit.
Sekitar pukul 20.23 WIB Andika berhasil dievakuasi turun, ia kemudian langsung diperiksa oleh tim medis dan diberikan penanganan awal sebelum akhirnya dibawa ke Puskesmas Sedati.
"Kami tidak tahu penyebab pasti mengapa survivor melakukan ini, namun dugaan awal adalah karena depresi. Saat pemeriksaan di puskesmas, keadaan survivor selamat dan sehat" tutup Didit. (sur/vga)
Editor : Vega Dwi Arista