RADAR SIDOARJO – Ledakan hebat terjadi di PT Great Wall Steel (PT GWS), Desa Janti, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Senin (6/4) siang.
Insiden tersebut mengakibatkan sedikitnya lima rumah warga rusak setelah serpihan besi terpental hingga ratusan meter dari lokasi kejadian.
Ledakan diduga berasal dari aktivitas pemotongan besi tua di dalam area pabrik. Kuatnya tekanan membuat material logam terlontar hingga mencapai permukiman warga di sejumlah perumahan sekitar, dengan jarak diperkirakan antara 500 hingga 750 meter.
Muhammad Nur Kholis, warga Perumahan Wedoro Regency, mengaku mendengar suara ledakan yang sangat keras, menyerupai bom. Saat kejadian, ia berada di dalam rumah dan terkejut ketika atap rumahnya jebol akibat tertimpa benda keras.
Baca Juga: Ledakan di PT Great Wall Steel Waru Sidoarjo Tewaskan Satu Orang, Dua Luka-luka, Bukan dari Bom
“Suaranya seperti ledakan bom, sangat keras. Saya baru tahu kondisi rumah setelah diberi tahu genteng pecah. Ternyata ada lempengan besi yang jatuh menembus atap,” ujarnya.
Ia menemukan lempengan besi yang diduga berasal dari material dalam pabrik. Menurutnya, benda tersebut cukup berat dan jatuh dengan kecepatan tinggi hingga merusak bagian rumah.
Baca Juga: Ledakan di Waru Sidoarjo saat Pemotongan Besi, Satu Orang Tewas
“Lempengan besi, sepertinya baja, beratnya sekitar dua kilogram. Jatuhnya dari lokasi ledakan yang jaraknya sekitar 500 sampai 750 meter,” tuturnya.
Akibat hantaman material tersebut, genteng, plafon, hingga rangka galvalum rumahnya mengalami kerusakan. Nur Kholis menyebut, sedikitnya lima rumah di beberapa titik permukiman terdampak.
Baca Juga: Ini Penyebab Ledakan di Waru Sidoarjo, Tiga Pekerja Luka-Luka
“Kerusakan mulai dari plafon, empat genteng pecah, sampai galvalum penyok. Di lingkungan sini ada tiga rumah terdampak, di Pelikan satu rumah, dan Jatayu satu rumah. Total ada lima rumah yang saya ketahui,” ungkapnya.
Sementara itu, HRD General Affair PT Great Wall Steel, Heri Prasetyo, menyatakan pihak perusahaan telah berkoordinasi dengan kepala desa untuk mendata serta mengidentifikasi rumah warga yang terdampak.
“Kami sudah menghubungi kepala desa untuk pendataan dan identifikasi kerusakan. Perusahaan bertanggung jawab atas dampak yang terjadi,” pungkasnya. (sur/vga)
Editor : Vega Dwi Arista