RADAR SIDOARJO - Angin puting beliung yang menerjang wilayah Kecamatan Sedati, Sidoarjo, menyebabkan ratusan rumah warga mengalami kerusakan. Total terdapat 105 rumah di empat desa terdampak, dengan puluhan di antaranya mengalami kerusakan cukup parah.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo pun bergerak cepat. Bupati Sidoarjo Subandi turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi terdampak pada Senin (16/3) siang guna memastikan penanganan segera dilakukan.
Baca Juga: Angin Puting Beliung Terjang Kawasan Sepanjang Taman Sidoarjo, Begini Kondisinya
Berdasarkan pendataan sementara, kerusakan paling banyak terjadi di Desa Segorotambak dengan 68 rumah terdampak. Disusul Desa Pepe sebanyak 18 rumah, Desa Cemandi 10 rumah, dan Desa Buncitan sembilan rumah.
Subandi menjelaskan, dari 68 rumah yang terdampak di Desa Segorotambak, sekitar 20 rumah mengalami kerusakan berat. Sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap yang beterbangan akibat terjangan angin kencang.
Baca Juga: Puluhan Rumah Warga Desa Semambung Wonoayu Sidoarjo Diterjang Angin Puting Beliung
“Alhamdulillah hari ini kita sidak di lapangan. Dari 68 rumah yang kemarin terdampak puting beliung, ada sekitar 20 rumah yang rusak berat,” kata Subandi.
Ia memastikan pemerintah daerah segera menyalurkan bantuan material bangunan agar proses perbaikan bisa segera dimulai. Langkah ini diambil agar perbaikan tidak terhambat karena mendekati libur Lebaran.
Baca Juga: 32 Rumah Warga Desa Semampir Sedati Sidoarjo Rusak Diterjang Angin Puting Beliung
“Kami sudah perintahkan hari ini dan besok material harus diturunkan. Karena ini mendekati Lebaran, jangan sampai toko material tutup. Paling lambat sore ini material sudah kita turunkan,” ujarnya.
Menurut Subandi, rumah-rumah yang mengalami kerusakan berat akan menjadi prioritas perbaikan. Proses perbaikan akan dilakukan secara gotong royong agar dapat selesai lebih cepat.
“Yang 20 rumah ini minimal kita keroyok bersama supaya cepat selesai. Kalau tidak segera diperbaiki kasihan, karena sudah mendekati Lebaran dan warga juga menunggu,” jelasnya.
Material yang disiapkan antara lain asbes untuk mengganti atap yang rusak serta kayu jika rangka rumah mengalami kerusakan.
“Rata-rata yang rusak itu asbesnya. Kalau kayunya rusak kita ganti, kalau asbesnya rusak juga kita ganti semuanya,” tambahnya.
Selain perbaikan darurat, Subandi juga menemukan satu rumah warga di Desa Buncitan yang kondisinya sudah tidak layak huni karena atap dan dindingnya rapuh. Rumah tersebut rencananya akan diperbaiki melalui program bantuan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sidoarjo.
“Tadi kami cek ada rumah yang sudah tidak layak huni. Atapnya keropos, temboknya juga rapuh. Nanti kita perintahkan perbaikan melalui Baznas setelah Lebaran,” katanya.
Ia menegaskan pemerintah daerah akan selalu hadir ketika terjadi bencana yang menimpa masyarakat.
“Pemerintah daerah harus turun di lapangan. Harapan kami masyarakat tidak merasa cemas karena ada dukungan dari pemerintah, apalagi ini menjelang Lebaran,” tegasnya.
Sementara itu, untuk rumah-rumah dengan kerusakan ringan hingga sedang, perbaikan diharapkan dapat dilakukan secara gotong royong oleh warga bersama pemerintah desa, dengan dukungan material dari pemerintah daerah jika diperlukan. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista