RADAR SIDOARJO - Upaya menahan laju sampah plastik agar tidak bermuara ke laut terus digencarkan di Kabupaten Sidoarjo. Sepanjang tahun 2025, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo mencatat sebanyak 2.015 ton sampah sungai berhasil diangkut dan ditangani melalui kolaborasi dengan komunitas lingkungan Sungai Watch.
Pengendalian sampah tersebut dilakukan melalui pembersihan sungai secara rutin serta pemasangan jaring penangkap sampah di sejumlah titik rawan. Hingga saat ini, sebanyak 23 jaring telah terpasang di wilayah Kecamatan Gedangan, Waru, Sedati, dan Taman.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLHK Kabupaten Sidoarjo, Arif Mulyono, mengatakan kerja sama dengan Sungai Watch yang aktif sejak 2025 memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan sampah di aliran sungai.
“Program Sungai Watch ini sangat membantu kami. Sepanjang tahun 2025, sekitar 2.015 ton sampah dari sungai berhasil diangkut dan dibawa ke TPA Jabon,” ujar Arif, Jumat (30/1).
Ia menjelaskan, sampah yang berhasil dikumpulkan tidak langsung ditimbun. DLHK bersama tim Sungai Watch terlebih dahulu melakukan pemilahan guna mengoptimalkan pengelolaan sampah dan menekan jumlah residu.
“Kolaborasi ini bukan hanya soal pembersihan sungai, tetapi juga edukasi kepada masyarakat agar tidak lagi membuang sampah ke sungai,” tegasnya.
Selain langkah korektif berupa pemasangan jaring, DLHK Sidoarjo juga memperkuat upaya pencegahan dari hulu. Di antaranya melalui edukasi lingkungan di sekolah serta optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di tingkat desa dan kelurahan.
“Kami sedang menyiapkan kurikulum lingkungan untuk siswa SD dan SMP, agar kesadaran menjaga sungai tumbuh sejak dini,” tambah Arif.
Sementara itu, Founder Sungai Watch, Gary Bencheghib, mengungkapkan bahwa pihaknya mulai aktif di Sidoarjo sejak Desember 2024. Hingga kini, 23 jaring telah dipasang di sejumlah aliran sungai di empat kecamatan utama.
“Jaring kami terbuat dari pipa PVC yang mengapung. Tim kami yang berjumlah 18 orang bekerja setiap hari untuk membersihkan sampah agar tidak mengalir ke laut,” jelas Gary.
Sepanjang 2025, Sungai Watch Sidoarjo mencatat telah mengumpulkan sekitar 250 ton sampah plastik dari sungai. Sampah tersebut kemudian disortir menjadi lebih dari 30 jenis sebelum diproses lebih lanjut.
“Jika tidak dihentikan dari sungai, sampah akan terus berakhir di laut. Peran masyarakat sangat besar untuk menghentikan ini,” ujarnya.
Pada tahun ini, Sungai Watch berencana memperluas pemasangan jaring ke wilayah Kecamatan Wonoayu dan Krian, serta terus menggelar aksi bersih sungai skala besar setiap pekan bersama ratusan relawan.
Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Sungai Watch dalam membantu Pemkab Sidoarjo menangani persoalan sampah plastik.
“Alhamdulillah, Sidoarjo mendapat dukungan dari Sungai Watch. Ini kolaborasi yang sangat baik untuk mengatasi sampah plastik yang selama ini banyak berakhir di laut,” ucapnya.
Ia menegaskan, Pemkab Sidoarjo siap mendukung perluasan program tersebut agar menjangkau lebih banyak wilayah.
“Ke depan, kami berharap setiap kecamatan memiliki gerakan serupa. Kita harus bersama-sama bergerak demi lingkungan yang lebih bersih,” pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista