RADAR SIDOARJO - Menjelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke-167, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menggelar ziarah ke makam para tokoh dan pemimpin terdahulu. Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, memimpin langsung prosesi ziarah yang berlangsung khidmat, Senin (26/1).
Ziarah tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus refleksi sejarah atas jasa para pendahulu yang telah meletakkan fondasi pembangunan Kabupaten Sidoarjo hingga berkembang seperti saat ini.
Rangkaian ziarah diawali di makam Achmad Chudlori Amir, Bupati Sidoarjo ke-11 periode 1958–1959, yang dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jetis, Kelurahan Lemahputro, Kecamatan Sidoarjo. Almarhum dikenal sebagai salah satu tokoh penting pada masa awal berdirinya Kabupaten Sidoarjo.
Selanjutnya, rombongan melanjutkan ziarah ke makam KH Sahal Mansyur, Panglima Laskar Fi Sabilillah sekaligus Rais Syuriah PCNU pertama Sidoarjo, yang juga dimakamkan di TPU Jetis.
Ziarah kemudian ditutup di makam mantan Wakil Bupati Sidoarjo periode 2016–2021, Nur Ahmad Syaifuddin, yang berlokasi di makam Islam Desa Janti, Kecamatan Waru.
Prosesi berlangsung penuh kekhusyukan. Doa dan tahlil dipanjatkan, dilanjutkan dengan tabur bunga di pusara para almarhum sebagai simbol penghormatan dan rasa terima kasih.
Wabup Sidoarjo Mimik Idayana menegaskan bahwa kegiatan ziarah ini merupakan bagian dari rangkaian resmi peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ke-167.
“Ziarah ini adalah bentuk penghormatan dan rasa terima kasih kami kepada para pendahulu yang telah berjasa membangun Sidoarjo. Beliau-beliau adalah sosok hebat yang jasa-jasanya tidak akan pernah dilupakan oleh masyarakat Sidoarjo,” ujarnya.
Ia menambahkan, Achmad Chudlori Amir memiliki peran penting dalam sejarah berdirinya Kabupaten Sidoarjo.
“Alhamdulillah hari ini kami berziarah ke para tokoh pendahulu, salah satunya Bupati Sidoarjo ke-11. Beliau adalah pejuang yang ikut mendirikan dan membangun Sidoarjo hingga menjadi seperti sekarang. Ini bagian dari rangkaian Hari Jadi Sidoarjo ke-167,” tambahnya.
Menurut Mimik, mendoakan para tokoh yang telah wafat diharapkan dapat menumbuhkan semangat perjuangan dan pengabdian bagi generasi penerus pemerintahan.
“Mudah-mudahan ke depan Sidoarjo bisa terus berkembang lebih baik dan masyarakatnya semakin sejahtera,” harapnya.
Ia juga menegaskan bahwa jasa besar para pemimpin terdahulu harus senantiasa dikenang.
“Tanpa jasa mereka, Kabupaten Sidoarjo tidak akan bisa berkembang seperti saat ini. Sejarah dan perjuangan ini harus terus diingat,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Wabup Mimik Idayana didampingi sejumlah pejabat Pemkab Sidoarjo, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Sidoarjo Tirto Adi, Kepala DPMPTSP Sidoarjo Ridho Prasetyo, Direktur RSUD RT Notopuro Sidoarjo dr. Atok Irawan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sidoarjo M. Bahrul Amig, jajaran Kementerian Agama Sidoarjo, serta perangkat Kelurahan Lemahputro. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista