RADAR SIDOARJO - Cuaca ekstrem kembali menerjang wilayah Sidoarjo. Angin puting beliung disertai hujan lebat menyapu kawasan pemukiman warga di Desa Semambung, Kecamatan Wonoayu, Kamis (15/1) sore.
Sedikitnya 10 rumah warga dan satu fasilitas umum (fasum) mengalami kerusakan ringan, sementara sejumlah pohon tumbang di sekitar lokasi kejadian.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00, bersamaan dengan intensitas hujan yang cukup tinggi. Terjangan angin kencang datang secara tiba-tiba, membuat warga panik.
Humas Damkar BPBD Sidoarjo Yoli Wisnu menjelaskan, cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang menjadi penyebab utama kerusakan.
“Hujan lebat pada Kamis (15/1) sore disertai angin kencang menyebabkan beberapa pohon tumbang dan bangunan mengalami kerusakan ringan di wilayah Sidoarjo,” ujar Yoli Wisnu, Jumat (16/1).
Berdasarkan data sementara yang diterima BPBD Sidoarjo dari pihak kecamatan, kerusakan terfokus di Desa Semambung, tepatnya di RT 5/RW 1.
“Data awal yang kami terima, terdapat 10 rumah warga dan satu fasilitas umum yang mengalami rusak ringan,” tambahnya.
Pasca kejadian, BPBD Sidoarjo langsung bergerak cepat dengan melakukan asesmen di lokasi terdampak. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan berbagai pihak guna memastikan penanganan berjalan optimal.
“BPBD Sidoarjo telah melakukan asesmen di lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan Tagana, pemerintah desa, dan pihak kecamatan,” terangnya.
Dari hasil koordinasi tersebut, diketahui bahwa penanganan kerusakan sementara akan dibackup oleh Pemerintah Desa Semambung Wonoayu bersama para donatur di sekitar lokasi.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, BPBD Sidoarjo tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Potensi cuaca ekstrem, khususnya hujan lebat yang disertai angin kencang, masih berpeluang terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat hujan deras disertai angin kencang. Jika memungkinkan, hindari berteduh di bawah pohon atau bangunan yang rawan roboh,” pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista