RADAR SIDOARJO - Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, dalam beberapa hari terakhir menyebabkan debit air sungai di Desa Tanjungsari meningkat signifikan.
Kondisi ini dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga, terutama masyarakat yang beraktivitas di sekitar aliran sungai dan jalur transportasi tambang.
Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Tanjungsari Polsek Taman Polresta Sidoarjo, Aipda Dwi Priyo, bersama perangkat desa, ketua RW, dan warga setempat melakukan pengecekan langsung ke lokasi sungai, Minggu (11/1) pagi.
Pengecekan dilakukan guna memantau debit air sekaligus memastikan aktivitas warga tetap aman di tengah cuaca ekstrem.
Dalam kegiatan tersebut, personel Bhabinkamtibmas juga berdialog dengan warga di sekitar perahu penyeberangan dan jalur transportasi tambang sungai. Petugas mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan serta tidak memaksakan diri beraktivitas di sungai saat arus deras.
Demi keselamatan bersama, warga diminta untuk menghentikan sementara aktivitas transportasi tambang sungai hingga kondisi debit air kembali normal dan dinyatakan aman.
“Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Kami mengimbau agar masyarakat tidak memaksakan aktivitas di sungai ketika debit air meningkat. Untuk sementara, aktivitas transportasi tambang dihentikan sampai kondisi benar-benar aman,” ujar Aipda Dwi Priyo.
Ia menambahkan, sinergi antara kepolisian, perangkat desa, dan masyarakat sangat penting dalam menghadapi potensi bencana akibat faktor alam. Dengan kerja sama yang baik, risiko kecelakaan maupun korban jiwa dapat diminimalkan.
Langkah antisipatif tersebut mendapat respons positif dari warga Desa Tanjungsari. Mereka menyadari pentingnya keselamatan dan mendukung upaya pencegahan yang dilakukan aparat kepolisian bersama pemerintah desa.
Polsek Taman melalui peran aktif Bhabinkamtibmas akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat selama kondisi cuaca belum stabil. (sur/vga)
Editor : Vega Dwi Arista