RADAR SIDOARJO - Menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bergerak cepat menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengawali langkah tersebut dengan menggelar Pasar Murah perdana tahun 2026 di Pasar Wisata Tanggulangin, Desa Kedensari, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Kamis (8/1) siang.
Selain menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau, Gubernur Khofifah juga membagikan beras gratis kepada masyarakat, khususnya warga lanjut usia.
Khofifah menegaskan, pelaksanaan pasar murah merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk menekan potensi gejolak harga menjelang Ramadan, bukan untuk mematikan aktivitas pasar tradisional.
“Pasar murah ini bukan untuk menggantikan pasar tradisional. Ini adalah intervensi pemerintah agar masyarakat, terutama keluarga berpenghasilan rendah, bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.
Di lokasi pasar murah, sejumlah kebutuhan pokok dijual di bawah harga pasar. Beras premium dijual Rp 14.000 per kilogram atau Rp 70.000 per sak, lebih rendah dibanding harga pasaran kabupaten yang mencapai Rp 15.000 per kilogram. Selain itu, tersedia beras SPHP seharga Rp 11.000 per kilogram, lebih murah dari harga pasar Rp 13.000 per kilogram.
Tak hanya beras, berbagai komoditas lain juga diminati warga. Di antaranya gula pasir Rp 14.000 per kilogram, Minyakita Rp 13.000 per liter, telur ayam ras Rp 22.000 per pack, bawang merah Rp 7.000 per 250 gram, bawang putih Rp 6.000 per 250 gram, tepung terigu Rp 10.000 per kilogram, serta daging ayam ras Rp 30.000 per pack.
Selain itu, warga lanjut usia (lansia) berusia 60 tahun ke atas juga menerima bantuan beras gratis sebanyak lima kilogram.
“Kami ingin para lansia bisa menjalani hari-hari menjelang Ramadan dengan lebih tenang, tanpa khawatir kebutuhan pokoknya,” imbuh Khofifah.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur Iwan menyampaikan bahwa Pasar Murah di Tanggulangin merupakan kegiatan perdana yang digelar Pemprov Jatim sepanjang tahun 2026.
“Ini pasar murah pertama di tahun 2026 yang dilaksanakan oleh Ibu Gubernur. Kegiatan ini kami siapkan untuk menyongsong Ramadan sekaligus Hari Raya Idul Fitri,” jelasnya.
Ia menyebutkan, Ramadan diperkirakan dimulai pada 18 Februari 2026, sehingga langkah antisipasi dilakukan lebih awal guna mencegah lonjakan harga.
“Tujuannya agar tidak terjadi kenaikan harga di bulan Ramadan. Perbedaannya bisa dilihat langsung antara harga di pasar murah dengan harga di pasaran,” katanya.
Iwan menambahkan, Pemprov Jatim telah mengalokasikan anggaran pasar murah di sekitar 110 titik di berbagai daerah. Namun, pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kondisi lapangan serta arahan langsung Gubernur Jawa Timur.
“Yang sudah teranggarkan sekitar 110 titik. Pelaksanaannya tentu melihat situasi dan menunggu arahan dari Ibu Gubernur,” ungkapnya.
Menurutnya, lokasi pasar murah akan diprioritaskan di tingkat kelurahan dan desa agar mudah dijangkau masyarakat.
“Titik-titiknya pasti dekat dengan masyarakat, supaya kebutuhan seperti minyak, gula, dan bahan pokok lainnya mudah diakses,” pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista