Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Tak Ada Lagi Masuk Siang, SDN Sidodadi Candi Sidoarjo Kini Belajar Pagi

Diky Putra Sansiri • Kamis, 8 Januari 2026 | 16:11 WIB
FASILITAS: Ruang kelas baru di SD Negeri Sidodadi, Kecamatan Candi, Sidoarjo, kini sudah dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
FASILITAS: Ruang kelas baru di SD Negeri Sidodadi, Kecamatan Candi, Sidoarjo, kini sudah dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Kegiatan belajar mengajar di SD Negeri Sidodadi, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, kini mengalami perubahan signifikan. Sejak selesainya pembangunan empat ruang kelas baru (RKB), seluruh siswa sudah dapat mengikuti pembelajaran pada pagi hari. Sistem masuk siang yang sebelumnya diterapkan pun kini ditiadakan.

SDN Sidodadi Candi menerima bantuan revitalisasi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan total nilai Rp984.154.913. Dana tersebut dimanfaatkan untuk pembangunan empat RKB melalui skema swakelola Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana meresmikan penggunaan empat RKB tersebut pada Rabu (7/1). Ia menyampaikan rasa syukur karena persoalan pembelajaran masuk siang yang selama ini dikeluhkan orang tua dan siswa akhirnya dapat teratasi.

“Dengan adanya penambahan empat ruang kelas baru di sekolah ini, alhamdulillah anak-anak sudah tidak perlu lagi belajar masuk siang,” ujar Mimik.

Menurutnya, perubahan jam belajar tersebut berdampak langsung terhadap kenyamanan serta kualitas proses belajar mengajar.

“Proses belajar mengajar menjadi lebih nyaman dan tentu kita harapkan semangat belajar siswa juga semakin meningkat,” imbuhnya.

Mimik menegaskan, pembangunan RKB di SDN Sidodadi Candi merupakan hasil upaya koordinasi dan lobi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sehingga dana APBN dapat dialokasikan untuk peningkatan sarana pendidikan di daerah.

“Berdasarkan hasil pemantauan saya, rehabilitasi dan pembangunan yang dikerjakan melalui P2SP hasilnya cukup baik dan sesuai dengan standar yang ditetapkan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SD Negeri Sidodadi Candi Anita Wanudyakurnia mengungkapkan rasa syukur atas bantuan pemerintah tersebut. Menurutnya, program revitalisasi meliputi pembangunan empat ruang kelas baru beserta pengelolaannya.

“Alhamdulillah, seluruh pembangunan telah selesai sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dari Kemendikdasmen,” jelasnya.

Ia menambahkan, mulai semester genap tahun ajaran ini seluruh siswa sudah mengikuti pembelajaran pada pagi hari.

“Sebelumnya masih ada siswa yang masuk siang. Kami berterima kasih kepada Ibu Mimik Idayana yang telah memasukkan SD Negeri Sidodadi sebagai salah satu penerima bantuan revitalisasi dari kementerian,” ujarnya.

Program P2SP Tahun 2025 merupakan bagian dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dilaksanakan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 serta Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden RI Prabowo Subianto.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Sidoarjo Dr. Tirto Adi berharap keberhasilan revitalisasi ini dapat meningkatkan kepercayaan pemerintah pusat.

“Kami berharap hasil revitalisasi yang berkualitas ini dapat meningkatkan kepercayaan kementerian, sehingga pada tahun anggaran 2026 Kabupaten Sidoarjo bisa memperoleh tambahan kuota revitalisasi sekolah,” pungkasnya. (dik/vga)

 

Editor : Vega Dwi Arista
#pagi #Masuk #kelas #Candi #Sekolah