Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Penumpang Nataru Naik 8 Persen, BHS Dorong Perluasan Stasiun Tanggulangin Sidoarjo dan Integrasi Transportasi

Diky Putra Sansiri • Senin, 29 Desember 2025 | 16:12 WIB

 

RAMAI: BHS (dua dari kiri) bertemu warga saat kunjungi Stasiun TanggulanginSenin (29/12). (RUDIANTO/RADAR SIDOARJO)
RAMAI: BHS (dua dari kiri) bertemu warga saat kunjungi Stasiun TanggulanginSenin (29/12). (RUDIANTO/RADAR SIDOARJO)
 

RADAR SIDOARJO - Lonjakan penumpang kereta api selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mulai terasa hingga ke stasiun-stasiun kecil. Salah satunya terjadi di Stasiun Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, yang mencatat kenaikan jumlah penumpang hingga delapan persen dibanding hari biasa.

Kondisi tersebut mendapat perhatian khusus dari Anggota Komisi VII DPR RI, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono, M.IPol (BHS), saat melakukan peninjauan langsung ke Stasiun Tanggulangin, Senin (29/12).

BHS mengatakan kunjungannya bertujuan untuk memastikan kesiapan pelayanan selama masa Nataru di stasiun yang selama ini jarang mendapat sorotan, namun memiliki potensi besar.

“Saya ingin melihat langsung kesiapan Nataru di Stasiun Tanggulangin. Ini merupakan stasiun kecil yang jarang dilakukan peninjauan,” ujar BHS.

Dewan Pakar DPP Partai Gerindra tersebut mengungkapkan, Stasiun Tanggulangin memiliki nilai historis dan strategis sejak era kolonial Belanda. Namun, melihat kondisi saat ini, ia menilai perlunya pengembangan fasilitas.

“Kita lihat tadi jumlah penumpang sudah melebihi kapasitas stasiun. Ini perlu mendapat perhatian,” tegasnya.

BHS pun mendorong agar Stasiun Tanggulangin diperluas, mengingat ketersediaan lahan di sekitar stasiun masih cukup memadai. Menurutnya, perluasan tersebut penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada penumpang.

“Stasiun ini perlu dibesarkan karena lahannya masih luas, sehingga bisa memberikan pelayanan yang maksimal bagi penumpang KAI,” katanya.

Sebagai Ketua Kelompok Fraksi Komisi VII DPR RI, BHS juga menyoroti tren peningkatan minat masyarakat terhadap transportasi kereta api yang diperkirakan akan terus meningkat.

“Tadi disebutkan sekitar 185 penumpang per hari. Namun saya melihat tren masyarakat yang ingin menggunakan kereta api meningkat cukup tajam. Secara nasional, peningkatannya bisa lebih dari 10 persen,” ungkapnya.

Ia meyakini kereta api akan menjadi moda transportasi utama masyarakat ke depan. Oleh karena itu, BHS mengapresiasi kinerja PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang dinilainya menunjukkan banyak kemajuan dalam pelayanan.

“Saya mengapresiasi kinerja KAI. Banyak kemajuan yang sudah dicapai dan ini tentu memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat,” ujarnya.

Meski demikian, BHS menekankan pentingnya integrasi antar moda transportasi, khususnya konektivitas dengan angkutan publik seperti Trans Jatim.

“Konektivitas atau integrasi antar moda sangat penting. Transportasi lanjutan harus mengetahui jadwal kereta api. Jika jadwal terintegrasi, penumpang kereta akan bertambah dan angkutan lanjutan juga mendapatkan penumpang tambahan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Daop 8 Surabaya, Daniel Johanes Hutabarat, memastikan pelayanan selama masa posko Nataru berjalan lancar. Hingga hari ke-12 pelaksanaan posko, peningkatan jumlah penumpang dapat diantisipasi dengan baik.

“Posko Nataru sudah memasuki hari ke-12. Sampai saat ini seluruh pelayanan berjalan lancar. Terjadi peningkatan penumpang sekitar delapan persen dan semuanya dapat kami antisipasi hingga berakhirnya posko Nataru pada 4 Januari 2026,” pungkasnya. (dik/vga)

 

Editor : Vega Dwi Arista
#Transportasi #Penumpang #Nataru #BHS #Tanggulangin